Beranda kutim 3 Tahun Terakhir Layanan PDAM Meningkat

3 Tahun Terakhir Layanan PDAM Meningkat

121
0

SANGATTA (11/2-2019)

Program peningkatan pelayanan dan pemenuhan kebutuhan air bersih untuk masyarakat di Kutim yang sedang digalakkan Bupati  Ismunandar, terus dibuktikan  PDAM Tirta Tuah Benua Kutim meski  bertahap. Bahkan hanya dalam waktu tiga tahun terakhir penyedian air bersih terus meningkat.

IPA Kaliorang yang dibangun Pemprov Kaltim

“Wilayah pelayanan PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur sampai saat ini, pada akhir 2018 telah melayani 17 Kecamatan, dari 18 Kecamatan yang ada di Kabupaten. Tersisa 1 kecamatan yaitu Kecamatan Sangkulirang yang belum terlayani oleh PDAM Tirta Tuah Benua,” jelas Pjs Direktur PDAM Tirta Tuah Benua Kutim Suparjan.

Sesuai rencana, kebutuhan air bersih di Sangkulirang  mulaui dilayani oleh PDAM pada 2019. Menurut data existing Bidang Teknik PDAM Tirta Tuah Benua Kutim, kapasitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dimiliki PDAM Tirta Tuah Benua total sebesar 570 liter perdetik dan jumlah pelanggan 24.908 unit pada akhir 2018.

Dengan cakupan pelayanan di luar Sangkulirang,  secara teknis layanan PDAM sudah mencapai 60,88 persen dan menghidupi 153.192 jiwa. Menurut Suparjan, progress jangakuan layanan dalam 3 tahun terakhir  terus meningkat.

Secara persentase, ungkap Suparjan,pada tahun  2016 cakupan pelayanan mencapai 32,82 persen, 2017 meningkat menjadi 57,16 persen. Sedangkan di 2018 terus menanjak menjadi 60,88 persen. Terntunya cakupan pelayanan tersebut akan lebih meningkat saat program pemenuhan air bersih di Kecamatan Sangkulirang segera diwujudkan oleh PDAM.

Bupati Ismunandar menyebutkan  program dan layanan PDAM Tirta Tuah Benua sangat positif. Namun demikian demi mempercepat program pemenuhan air bersih bagi masyarakat, Ismu juga mengimplementasikan program lainnya. Yakni Sistem Pengelolaan Air Minum Desa (SPAMDes) dan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

“Kedua program ini dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyrakat desa. Khususnya yang saat ini belum terjangkau cakupan pelayanan dari PDAM Kutim,” kata Ismu seraya mengharapkan seluruh masyarakat Kutim dapat merasaan air bersih. (ADV-Humas Setkab Kutim)