Beranda hukum Aisyah : Masih Ada Program OPD Belum ARG

Aisyah : Masih Ada Program OPD Belum ARG

98
0

SANGATTA (18/10-2020)

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Timur (Kutim)  Aisyah berharap  sosialisasi dan advokasi pengarustamaan gender (PUG) semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membuat perencanaan yang responsif gender. 

“Semua Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) harus responsif gender misalnya program Dinkes untuk mencegah kematian ibu dan kematian bayi, demikian dengan OPD lainnya hanya saja meski sudah melaksanakan tetapi tidak ada Analisis Responsif Gendernya,” terang Aisyah.

Disebutkan, selama ini terjadi kesenjangan antara perempuan dan laki-laki. Indek Pembangunan Manusia (IPM) di Kutim,  cukup tinggi. Tetapi Indek Pembangunan Gender (IPG) masih rendah bahkan terlalu jomplang. Untuk bisa setara, ungkapnya,  harus dicari apa penyebabnya seperti perempuan  kurang  dilibatkan dalam berbagai hal termasuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Mantan Kadis Kesehatan Kutim ini menandaskan, perempuan tidak harus keluar rumah untuk produktif. Karena, produktifitasa itu bisa diimplementasikan melalui keterampilan seperti menjahit, mengusahakan  usaha kecil namun bermanfaat banyak. 

Iapun mengakui,  masih ada OPD juga belum membuat data terpilah  antara laki-laki dan perempuan sementara  perempuan dan laki-laki bisa mendapatkan ilmu yang sama. “Perempuan juga perlu ilmu pengatahuan, agar bisa eksis. Bisa memiliki penghasilan sendiri. Walaupun tidak harus keluar rumah. Sebab, apabila suatu saat kepala keluarga ada masalah, perempuan bisa menopang keluarga,” bebernya.

Kalau perempuan, tidak memiliki pengatahuan atau keterampilan kemungkinan  perempuan mudah dieksploitasi terbuka lebar. “Itulah alasan mengapa perempuan memiliki pengetahuan dan keterampilan menjadi penting,” sebutnya.

Ditanya dalam era modern sekarang apa masih ada, perempuan meski sudah berpendidikan tinggi hanya tinggal di rumah dengan tugas mengurus keluarga semata, ia membenarkan meski sudah tidak banyak. “Kaum pria, jika ada istrinya mau berusaha di rumah sebaiknya berikan kesempatan sepanjang urusan rumah tangga tidak terganggu,” imbuhnya.(SK5)