Beranda kutim adv pemkab Alat TCM COVID-19 di RSUD Kudungga Mulai Diujicoba, Hasil Tetap Dibandingkan ke...

Alat TCM COVID-19 di RSUD Kudungga Mulai Diujicoba, Hasil Tetap Dibandingkan ke Surabaya

185
0

Sangatta (25/5/2020)

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga, Kutai Timur (Kutim), Sabtu (23/5/2020) kemarin, mulai melakukan ujicoba alat Tes Cepat Molekular (TCM) untuk pemeriksaan sampel swab COVID-19. Alat tes yang biasanya digunakan untuk pemeriksaan cepat sampel penyakit Tuberkulosis (TB) tersebut, kini dialihfungsikan untuk mengetes sampel hasil tes swab penyakit COVID-19.

Direktur RSUD Kudungga, Anik Istiyandari menyebutkan jika sejak Sabtu (23/5/2020) kemarin, pihaknya sudah mulai melakukan ujicoba terhadap alat TCM COVID-19 di laboratorium milik RSUD Kudungga. Namun secara resmi, alat ini baru akan difungsikan pada hari Selasa (26/5) besok.

“Alhamdulillah, Gain Expert alat TCM (Tes Cepat Molekular, red)nya, sdh bisa dimaksimalkan. Sudah ada reagennya untuk COVID-19. Tapi Selasa besok, baru akan kita pakai secara resmi, sambil menunggu penyelesaian pemasangan sekat ruangan. Jika sudah benar-benar bisa difungsikan dan akurat, maka tidak perlu jauh lagi ke Surabaya untuk memeriksa hasil swab pasien COVID-19, cukup di sini aja,” ujar Anik.

Ujicoba Alat TCM COVID-19 di RSUD Kudungga

Namun menurut Anik, jika nantinya alat TCM ini bisa berfungsi secara normal dan akurat, maka masyarakat Kutim harus siap mental. Sebab bisa saja setelah dilakukan tes swab secara massal, angka kasus terkonfirmasi positip COVID-19 akan langsung melonjak naik secara tajam, sebab yang terdeteksi akan langsung banyak.

“Ya ada untungnya, jika alat TCM COVID-19 ini benar-benar bisa difungsikan. Namun kita juga harus siap mental. Sebab bisa saja angka terkonfirmasi positif COVID-19 nanti akan melonjak naik, setelah dilakukan swab massal. Tetapi sisi positifnya yang bisa kita peroleh, adalah penanganan COVID-19 di Kutim bisa semakin cepat tertangani dan diselesaikan,” jelas Anik.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Bahrani Hasanal menyebutkan meski alat TCM COVID-19 sejak Sabtu (23/5), sudah mulai diujicobakan, namun pihaknya tetap akan mengirimkan sampel hasil swab pasien COVID-19 ke laboratorium kesehatan di Surabaya. Hal ini hanya sebagai upaya pembandingan hasil uji sampel laboratorium.

“Untuk sementara waktu tetap akan kami kirim juga sampelnya (hasil swab, red) ke Surabaya. Cuma untuk perbandingan hasil saja. Jika dari beberapa uji sampel terus mengalami persamaan dan keakuratan hasil. Maka kita akan fokus pada pemanfaatan alat TCM di sini, untuk pemeriksaan sampel hasil swab pasien COVID-19 Kutim,” ujar Bahrani.(SK3/*)