Beranda hukum Anggaran Kritis, Pasien Covid 19 Membengkak

Anggaran Kritis, Pasien Covid 19 Membengkak

174
0

SANGATTA (14/10-2020)

 Masyarakat yang terinfeksi virus covid-19 di Kutai Timur, membengkak. Bahkan, daya tampung rumah sakit untuk perawatan sudah melebihi kapastitas. Sementara anggaran, tidak memadai, jika harus menggunakan hotel untuk karantina bagi pasien yang dalam keadaan baik atau orang tanpa gejala (OTG).

 Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes)  Kutim  Bahrani Hasanal menyebutkan  dengan lonjakan pasien corona membuat ruang perawatan RS Kudungga, penuh. “Ada wacana untuk melakukan karantina  di hotel bagi pasien OTG, tapi kami terkendala anggaran. Ini tentu jadi masalah dalam tiga bulan ke depan, jika jumlah pasien terus bertambah,” terang Bahrani Senin (12/10).

Disebutkan, anggaran APBD perubahan, telah disahkan. Sehingga tidak mungkin ada pergeseran lagi.  Namun, dia berharap, ada kebijakan pemerintah, agar anggaran mungkin bisa diturupi dan dana CSR perusahan atau anggaran mendahului tahun depan, dalam penanganan corona di akhir tahun ini.

“Jadi, kalau pemerintah dan DPRD menyetujui anggaran mendahului, skenario kami, karantina dilakukan bagi pasien OTG, gedung badan diklat, sementara relawan covid-19, yang sekarang menempati Gedung Diklat, kami tempatkan di hotel,” katanya.

Dikatakan, sebuah hotel mematok  anggaran Rp15 juta perhari.  Untuk sewa hotel ditawarkan  Rp12 juta, sementara untuk makan-minum sekitar Rp3 juta. “Dalam tiga bulan ke depan dibutuhkan Rp1,5 miliar, termasuk APD dan berbagai kebutuhan lainnya,” beber Bahrani.

Sekedar diketahui, jumlah masyarakat terkonfirmasi corna di Kutim sebanyak ada 667 kasus dengan kasus sembuh sebanyak 417 kasus dan meninggal 9 kasus pada posisi kemerin. Namun jumlah ini bisa bertambah lagi, jika hasil swab, kemarin, ada lagi yang terkonfirmasi.

Kepada wartawan, Bahrani mengakui, lonjakan pasien yanag terjadi di Kutim saat ini, pada umumnya dari perlaku perjalanan di Kaltim sendiri, seperti Balikpapan, Samarinda, Berau, dan Bontang. “Kalau masyarakat bisa menahan diri, tidak lakukan perjalanan. Termasuk memperhatikan protokol kesehatan, maka lonjakan ini bisa ditekan,” katanya. (SK4)