Beranda kutim haji Arti Senyum Nek Nani,Terjawab

Arti Senyum Nek Nani,Terjawab

448
0
Nek Nani bersama anak dan cucu saat akan mengikuti prosesi pelepasan kebarangkatan jamaah haji di Masjid Agung Sangatta, Ahad (21/7) lalu.

MALAM keberangkatan jamaah haji asal Kutim, Ahad (21/7) menjadi malam berkesan bagi saya pribadi, pasalnya pada malam itu salah satu jamaah yang sempat saya wawancari adalah Nani Jaji Makure (71) seorang wanita pekerja keras yang sudah lama mengidamkan berhaji.

                Duduk disalah satu pilar Masjid Agung Al-Faruq Sangatta, warga Teluk Pandan ini sempat menyalami saya. Ia diantar anak dan cucunya, mereka tampak antusias membantu wanita yang sebetulnya berusia 82 tahun.

                Selain membantu membetulkan pakaiannya, sang cucu yang sebagian besar wanita berkali-kali mengingatkan sang nenek untuk menjaga kesehatan. Disela-sela kegalauan anak dan cucunya, Nek Nani – begitu jamaah sempat melayani beberapa pertanyaan saya terkait ibadah haji yang kali pertama ia jalani.

                Meski tak fasih berbahasa Indonesia, Nek Nani sempat menyebutkan keinginannya untuk berhaji sejak remaja. Namun ia tidak tahu persis sejak kapan mengumpulkan uang untuk berhaji. “Alhamdulillah bisa haji tahun ini,” katanya pelan.

                Dari beberapa pertanyaan yang saya tanyakan, satu pertanyaan yang tak ia jawab bahkan dibalas dengan senyum. “Nek, doa apa yang akan dibacakan saat depan Ka’bah nanti,” tanya saya.

Mendapat pertanyaan itu, Nek Nani hanya tersenyum kepada saya seraya menepuk tangan saya beberapa kali. Sungguh saya, tak memahami arti senyum Nek Nani dan tepuk tanganya yang begitu lembut ke tangan saya kala itu.

               Sayannya ketika ingin melanjutkan pertanyaan lainnya, semua jamaah sudah dipanggil panitia pemberangkatan untuk persiapan mengikuti acara pelepasan. Dari beberapa jamaah yang sempat saya wawancarai, perhatian saya memang tertuju kepada Nek Nani yang tampak gesit bergerak meski usianya sudah lanjut.

               Arti senyum Nek Nani yang dilontarkan di Masjid Agung beberapa pekan lalu, membuat saya tersadar ketika mendapat kabar dari Agustinah – TPHD Kutim, kalau Nek Nani yang baru saya kenal, wafat. Tanpa terasa, air mata mengalir mengenang beliau yang tampak semangat untuk menuju Baitullah.

                Kepergian Nek Nani tentu saja membuat keluarga bersedih, namun disisi lain bahagia karena beliau wafat di tanah suci. Salah satu keistimewaan yang diberikan Allah SWT yakni dishalatkan jutaan ummat Islam dan berada dalam Masjidil Haram – tempat tersuci di dunia sehingga setiap amal yang dikerjakan di Masjidil Haram yakni 100 ribu kali.               

Nani Jaji Makure (71) dikabarkan wafat, Senin (12/8) pukul 14.30 WAS atau 19.30 WITA. Warga Dusun Palabuhan RT 7 Teluk Pandan ini, wafat di Mina setelah sehari melempar Jamarat Aqobah dan bertahalul.

               Almarhumah Nani berangkat haji bersama Nurdin Baraking Daengg Marakka dan Hari Baraking Marakka keduanya anak dan kepenonakan.  Jenazah almarhumah, sebelum dimakamkan di bawa ke Masjidil Haram untuk dishalatkan jutaan jamaah haji. dari berbagai negara.(Syafranuddin)