Beranda hukum Asyik Mengamankan Penyu, Sertu Wisandy Mengerti Cara Budidaya Penyu di...

Asyik Mengamankan Penyu, Sertu Wisandy Mengerti Cara Budidaya Penyu di Derawan

145
0
Sertu Wisandy Yuliastriono Suwardi - anggota Koramil Tanjung Batu Kodim 0902 Tanjung Redeb ketika mengamati penyu yang sedang bertelur Pulau Derawan.(Foto Penrem 091 ASN)

SAMARINDA (5/7-2020)

Menegakkan kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan tugas pokok anggota TNI di manapun berada. Tugas itu yang dipegang teguh Sertu Wisandy Yuliastriono Suwardi – anggota Koramil Tanjung Batu Kodim 0902 Tanjung Redeb yang bertugas di Pulau Derawan.

Sebagai anggota TNI-AD, Sertu Wisandy punya kesibukan lain selain menjaga keamanan di salah satu pulau wisata di Bumi Batiwakkal yaitu ikut  membantu membudidayakan penyu  tidak punah. Tugas baru menjaga penyu dan tukik ini, diakuinya sebagai tugas mengasyikan karena bisa menambah ilmu pengetahuan.

Pria yang akrab dipanggil Pak Babin oleh masyarakat Pulau Derawan ini, menyebutkan Pulau Derawan dengan pantai pasir putih  salah satu tempat favorit penyu bertelur. “Hampir setiap malam berpatroli, agar tidak terjadi perburuan telur penyu, untuk  memastikan Pulau Derawan bebas dari pencurian telur penyu.,” kata pria pencinta penyu ini.

Kecintaannya terhadap alam dan lingkungan dibuktika dengan terus melakukan pengawasan pantai Pulau Derawan. Bersama warga Pulau Derawan, patroli dilakukan sambil menanamkan akan kecintaan kepada NKRI termasuk pemahaman makna bela negara. “Kalau telur penyu terus menerus dicuri, bakal punah kelak anak cucu kita nanti tidak tahu apa itu penyu,” jelasnya seraya menyebutkan tidak segan untuk mengamankan oknum yang mencoba menangkap penyu dan telurnya.

Sandy menjadi seorang Babinsa di Pulau Derawan sejak 2014 lalu. Selama 6 tahun,  untuk memperdalam tentang penyu, ia aktif berkonsultasi dengan Anding – salah seorang warga bernama yang membudidayakan penyu.

“Bersama Ading, saya setiap malam berkeliling pulau mencari telur penyu yang kemudian dibudidayakan hingga menjadi tukik, telur penyu  memiliki masa inkubasi selama dua  bulan. Setelah menjadi tukik, baru kita lepas liarkan. Itu suatu kebanggaan tersendiri buat saya,” kata pria kelahiran Seram Bagian Timur (SBT) Ambon.(SK8)