Beranda kutim adv pemkab Awas !!! Kutim Masuk Zona Ungu, Corona Sudah Tidak Terkendali

Awas !!! Kutim Masuk Zona Ungu, Corona Sudah Tidak Terkendali

0

Loading

SANGATTA (10/5-2020)

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Kutim), Bahrani Hasanal menyebutkan jika saat ini Kutim sudah masuk pada kategori “Zona Ungu” dalam penyebaran dan penularan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Pasalnya, saat ini jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kutim sudah mencapai 31 kasus, pertanggal 9 Mei 2020, hari ini.

Kadinkes Kutim, Bahrani Hasanal

“Dengan tercatat 31 kasus terkonfirmasi positif di Kutim, maka kita sudah di Zona Ungu, makanya harus sangat hati-hati lagi. Ini (Zona Ungu, red) lebih parah dari zona merah,” ujar Bahrani kepada wartawan, Sabtu (9/5) sore, saat dihubungi melalui telepon seluler.

Dijelaskan, dengan masuk kategori zona ungu, maka menunjukkan jika penularan dan penyebaran COVID-19 di Kutim sudah sangat masif dan tidak terkendali. Pasalnya, bukan hanya pasien-pasien yang merupakan pelaku perjalanan (PP) saja yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19, namun telah terjadi penularan antara satu orang yang telah terinfeksi dengan orang lain yang sebelumnya sehat, atau dikenal dengan istilah transmisi lokal. Bahkan yang parahnya lagi, transmisi lokal tidal hanya terjadi pada orang-orang terdekat atau keluarga dari pelaku perjalanan, tetapi sudah menularkan kepada orang lain yang bukan termasuk kontak dekat pasien terkonfirmasi atau orang lai di luar lingkup keluarga, namun ternyata memiliki riwayat pernah kontak dengan pasien terkonfirmasi positif sebelumnya.

“Zona ungu ini menunjukkan bahwa penularan dan penyebaran COVID-19 di Kutim sudah semakin tidak terkendali dan terjadi semakin masif. Pasalnya hampir setiap hari ada penambahan pasien terkonfirmasi positif di Kutim. Bahkan kini yang ikut tertular bukan hanya keluarga atau orang terdekat dari pelaku perjalanan yang sudah terkonfirmasi positif, tetapi sudah menulari orang lain yang buka keluarga pasien, tetapi dilaporkan pernah kontak dengan pasien positif COVID-19, sebelumnya. Contohnya, KTM-30 yang merupakan petugas laboratorium kesehatan dari salah satu rumah sakit swasta di Sangatta, yang ternyata pernah kontak dengan pasien KTM-6. Mungkin pernah memeriksa KTM-6,” jelas Bahrani.

Wilayah Kutai Timur yang sudah menjadi Zona Ungu COVID-19

Ditambahkan Bahrani, dirinya kembali menghimbau kepada masyarakat Kutim pada umumnya dan warga Sangatta pada khususnya, untuk patuh mengikuti anjuran dan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penularan COVID-19, sebagaimana yang telah disampaikan pemerintah. Jika tidak ada kesadaran dari masyarakat akan bahayanya penularan COVID-19, maka tidak akan mungkin pandemi COVID-19 di Kutim akan bisa selesai, bahkan mungkin akan bertambah parah.

“Mohon masyarakat untuk sadar akan bahaya penularan penyakit COVID-19. Ini (COVID-19, red) bukan candaan dan jangan diremehkan. Sudah banyak orang yang terinfeksi dan akhirnya meninggal dunia. Mulai dari masyarakat biasa hingga tenaga medis, termasuk dokter. Kami (pemerintah Kutim, red) tidak bosan-bosannya mengingatkan masyarakat untuk mematuhi anjuran dan protokol kesehatan dalam rangka upaya pencegahan penularan COVID-19. Jangan keluar rumah, jangan berkerumun. Jika terpaksa keluar rumah maka gunakan masker. Rajin cuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta jika bersin dan batuk, lakukan etika bersin dan batuk yang benar. Jika semua tidak perduli, jangan harap pandemi COVID-19 di Kutim bisa selesai,” ujar Bahrani.(Adv-Kominfo)