Beranda ekonomi Bantuan Benih Terlambat, Warga Busang Minta Ganti Gabah

Bantuan Benih Terlambat, Warga Busang Minta Ganti Gabah

0

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (31/10)
Akibat keterlambatan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Timur (Kutim) menyuplai bantuan bibit padi khususnya padi gunung membuat warga Busang geram, dan minta diganti dengan gabah kering giling.
Permintaan itu dikemukakan Camat Busang, Darius Jiu Dian dalam cofee morning antara Bupati Kutim dengan seluruh Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Kutim dan Camat seluruh Kutai Timur, Senin (31/10).
Dalam pertemuan yang dihadiri sejumlah pejabat itu, diungkapkan alasan masyarakat minta gabah kering giling yakni musim taman telah lewat. “Menurut warga sebagai kompensasi telah digunakannya gabah kering giling milik mereka yang ada di lumbung padi sebagai bibit padi gunung. Padahal seharusnya gabah kering giling milik masyarakat tersebut digiling untuk dijadikan beras,sementara janji bantuan bibit padi hingga lewat musim tanam tak kunjung datang,” ungkap Darius.
Menurut Darius, jika tidak ada, ada kemungkinan warga Busang mengalami kekurangan pangan terutama beras. Karena, stock untuk tanam sudah dijadikan bibit, sementara untuk tanaman yang ada memerlukan waktu beberapa bulan.
Kepada Suara Kutim.com, Darius menyebutkan sebagian warga Busang menggarap lahan pertanian dengan memanfaatkan lereng gunung. Disebutkan, sebagian warga menggarap lahan setelah menyelesaikan tugas rumah tangga atau di kebun sawit. “Akibat cuaca belum lama ini, untuk masa tanam lalu mengalami gangguan atau mengalami kegagalan sehingga petani harus menanam lagi dengan menggunakan bibit yang ada sementara untuk keperluan dapur terancam,” ungkapnya seraya Dinas Pertanian Kutim, segera membantu.(SK2/SK3)