Beranda foto Berkas Tidak Bisa Dilengkapi, Polda Akhirnya Terbitkan SP3 Untuk Ismunandar

Berkas Tidak Bisa Dilengkapi, Polda Akhirnya Terbitkan SP3 Untuk Ismunandar

1922
0

SANGATTA,Suara Kutim.com (28/7)
Ismunandar kini bisa berlapang dada, pasalnya ia penyidik Polda Kaltim yang sempat menetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembebasan lahan untuk pelabuhan laut di Dusun Kenyamukan Sangatta Utara, tidak sanggup membuktikan keterlibatannya.
Penerbitan Surat Penghentian Penyidikan Pekara (SP3) oleh penyidik Polda Kaltim dibenarkan Kapolda Irjen Pol Andayono, Selasa (28/7) setelah meninjau Mapolres Kutim.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Andayono saat memberikan keterangan pers seputar kasus pembebasan lahan pelabuhan di Dusun Kenyamukan Sangatta Utara.
Kapolda Kaltim Irjen Pol Andayono saat memberikan keterangan pers seputar kasus pembebasan lahan pelabuhan di Dusun Kenyamukan Sangatta Utara.

Menurut kapolda, penerbitkan SP3 bukan barang tabu  karena dalam  Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana diatur.  “Penyidik tidak menemukan cukup bukti  karena itu harus ada  SP3. Tapi, kalau nanti ada bukti baru bisa dibuka kembali,” kata Kapoda Andayono menjawab pertanyaan wartawan seputar kabar telah diterbitkan SP3 bagi Ismunandar.
Dijelaskan, berkas berita acara pemeriksaan terhadap Ismunandar sampung namun 4 kali dikirim ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim selalu dikembalikan dengan pertimbangan agar dilengkapi sejauh mana keterlibatan Ismunandar sehingga menimbulkan kerugian negara.“Kasus ini sudah empat kali dibawa ke kejaksaan selalu dikembalikan karena itu dilakukan SP tiga,” jelas kapolda.
Sebelumnya, Kasubdit III Tipikor Polda Kaltim  AKBP Ahmad Sulaiman saat dihubungi beberapa waktu lalu membenarkan  kasus yang menyeret Sekda Kutim ini berkasnya  sudah  3 kali dikembalikan kejaksaan dengan petunjuk agar penyidik membuktikan  perbuatan Ismunandar  dalam kaitan  tiga tersangka lain lain yakni Ardiansyah, Kasmo dan Herliansyah. “Jaksa Penuntut Umum minta penyidik membuktikan perbuatan materil yang dilakukan Ismunandar  dalam kaitan  perbuatan tiga tersangka lainnya yang   berkaitan pemalsuan surat-surat tanah sehingga  menyebabkan merugikan negara Rp6,3 miliar.  Jadi penyidik diminta membuktikan perbuatan riil Ismunandar dalam kaitan  para terdakwa yang saat ini sedang diadili di Pengadilan Tipikor Samarinda,” jelas Sulaiman.
Diakui, dalam kasus Pelabuhan Kenyamukan,   posisi Ismunandar  dalam tim menjadi  ketua.  “Karena Ismunandar merasa  semua beres, sesuai laporan  Kadis Tata Ruang melakukan pembebasan lahan karena itu Ismunandar  menandatangani  persetujuan pembayaran.  Jadi, kalau  laporannya  mengatakan  ada kesulitan tahu masalah  tapi  Ismunandar  menyetujui pembayaran, berarti dia tahu masalahnya   tapi dibayar bisa dikatakan ikut terlibat apa yang dilakukan tuga tersangka.  Tapi karena dia hanya diberikan laporan  yang intinya beres,  jadi Ismunandar tidak tahu masalahnya sehingga disetujui pembayaran tanah itu kalau  tidak tahu apa yang dilakukan tersangkas yang sudah disidang,” jelas Sulaiman.
Seperti diketahui, dalam kasus pembebasan lahan di Kenyamukan, Ismunandar dijadikan tersangka  bersama Kepala Dinas Tata Ruang Kutim, Ardiansyah, Herliansyah sebagai PPTK  Pembebasan Lahan Kenyamukan  dan Kades Sangatta Utara, Kasmo yang diduga menerbitkan surat tanah. Belakangkan, Polda Kaltim menetapkan dua tersangka baru diantaranyta  ketua kelompok tani.(SK-02/SK-03/SK-08/SK-12)