Beranda ekonomi Besok, Ribuan Warga Kutim Deklarasi Dukung Otsus

Besok, Ribuan Warga Kutim Deklarasi Dukung Otsus

597
0
BERBAGI
Salah satu tambang batubara di Kutai Timur yang diharapkan bisa memberikan kontribusi besar bagi daerah, namun jauh dari harapan

SANGATTA,Suara Kutim.com
Mendukungan Kutim terhadap tuntutan otonomi khusus (Otsus) guna mempercepat pembangunan dan pengentasan kemiskinan, Bupati Isran Noor, Selasa (6/1) besok mengagas digelarnya dialog akbar masyarakat Kutim terhadap tuntutan Otsus. “Acaranya merupakan bagian sikap Pemkab dan masyarakat Kutim terhadap keinginan elemen masyarakat Kaltim agar pemerintah pusat memberikan alokasi anggaran untuk pembangunan serta peningkatan kesejahteraan rakyat,” kata Kabag Humas Setkab Kutim Muchtar, Senin (5/1) sore.
Disebutkan, acara yang digelar di GOR Bulu Tangkis, pukuk 13.00 Wita akan diisi dengan berbagai orasi sejumlah elemen masyarakat termasuk Bupati Isran Noor dan Ketua DPRD Mahyunadi.
Bupati Isran, kata Muchtar meminta semua komponen bisa menghadari acara yang bakal diikuti ribuan orang.
Sebelumnya, kepada wartawan, Isran menyatakan sependapat dengan Pemprov dan masyarakat Kaltim agar pemerintah pusat peduli dengan Kaltim yang telah banyak menyumbang devisa bagi Indonesia. “Setuju Kaltim Otsus tanpa syarat, jangan terus-terusan kita ini diatur oleh pusat selama ini Kaltim selalu kebagian kecil sementara kontribusinya besar,” ungkap Isran dalam jumpa pers, Rabu (31/12) tahun lalu.
Isran mengungkapkan perjuangan Otsus Kaltim jangan setengah-setengah, karena akan menimbulkan masalah lain. “Jika pemerintah pusat tidak bersedia, kita harus minta anggaran minimal dua puluh persen dari PDRB Kaltim. Kalau tuntutan ini dipenuhi, maka urusan beres dan tinggal Kaltim membuktikan diri kalau dana yang diberikan benar-benar untuk pembangunan dan mensejahterakan rakyat,” sebut Isran.
Pria yang kini dikenal sebagai Ketua APKASI menegaskan selama ini terbalik, pemerintah pusat mengambil kekayaan daerah hasilnya dibagi dengan tidak adil bahkan jauh dari harapan. “Jika terus begini, kapan jalan di Kaltim sama di Pulau Jawa,” kata Isran seraya menyebutkan devisa yang disetor Kaltim mencapai Rp 300 triliun namun kembali dikembalikan hanya Rp 26 triliun. (SK-03/SK-05)