Beranda hukum Bidan Nita Ingin Bergabung di Komisi Kesra, Ada Apa….?

Bidan Nita Ingin Bergabung di Komisi Kesra, Ada Apa….?

551
0
Nita saat diwawancari wartawan usai mengucapkan sumpah dan janji sebagai anggota DPRD Kutim Periode 2019-2024.

KONDISI TELEN yang berada di tepi Sungai Telen bukan barang baru bagi Prayunita Utami – seorang bidan. Wanita lulusan D3 Kebidananan ini, tak hanya menelusuri sungai yang kerap banjir ini tetapi masuk keluar masuk hutan dan perkebunan kelapa sawit untuk membantu masyarakat.

Nita bersama kader Nasdem yang terpilih sebagai anggota DPRD Kutim Periode 2019-2019 foto bersama Bupati Ismunandar yang juga Kader Nasdem.

“Alhamdulillah, berkat bimbingan orang tua semua tugas bisa dilaksanakan dengan baik selain itu kerjasama serta dukungan teman-teman di Puskesmas Telen,” terang lulusan Poltek Kesehatan Kaltim tahun 2013 ini.

Sebagai anak pedalaman – Nita begitu teman menyapa gadis kelahiran Muara Ancalong  pada tanggal 13 Juli 1993 ini, tahu persis kondisi kesehatan masyarakat pedalaman terutama di Daerah Pemilihan (Dapil) Kutai Timur (Kutim) 3 yang terdiri Kecamatan Kongbeng, Muara Wahau, Telen, Batu Ampar, Muara Bengkal, Busang, Long Mesangat, dan Muara Ancalong yang dinilainya masih minim.

Melihat bahkan merasakan apa yang ada di pedalaman Kutim, membuat gadis yang juga kerap disapa Pray, akhirnya memberanikan diri untuk bergabung di Partai Nasdem. “Cita-cita saya kala itu, ingin lebih luas lagi mengabdikan diri kepada masyarakat meski selama ini sebagai Pegawai TK2D di Puskesmas Telen juga telah ikut mengabdikan diri untuk masyarakat,” cerita  putri pasangan Supono dan Puspa – keduanya PNS Pemkab Kutim yang bertugas di Telen.

Sebagai tenaga kesehatan, Nita merasakan betul bagaimana jajaran Puskesmas harus memberikan layanan kepada masyarakat selama 24 jam, disisi lain sarana dan prasarana terbatas. Demikian pula dengan nasib tenaga kesehatan yang masih berstatus TK2D, sementara tugas yang diemban tetap jalan setiap hari.

Usai mengucapkan sumpah sebagai anggota DPRD Kutim Periode 2019-2024, Rabu (14/8), wanita yang dilahirkan di Kelinjau (Muara Ancalong,red) mengaku akan memperjuangkan peningkatan sarana dan prasarana kesehata di Pedalaman Kutim, termasuk kesejahteraan pegawainya. “Insya Allah, jika diamanatkan partai dan fraksi saya akan masuk komisi D Bidang Kesejahteran Rakyat yangmenangani masalah sosial diantaranya kesehatan, pendidikan, dan Pemberdayaan Perempuan,” sebutnya.

Nita sendiri baru bergabung di Nasdem pada tahun 2017 lalu, kemudian setelah beruding dengan orang tua,ia akhirnya menerima tawaran untuk mejadi Caleg Nasdem. Baginya, menjadi politikus tidak ada dalam benak semasa sekolah hingga bekerja di Puskesmas Telen, namun Allah SWT, sebutnya telah memberi jalan lain sehingga menjadi kader Nasdem dan menghantarkannya ke Gedung DPRD Kutim di Sangatta Utara yang berjarak  sekitar 110 Km dari Telen.

Yang membuat Nita senang, banyak pihak mendorong ia bisa menjadi Caleg Nasdem di DPRD Kutim, dukungan itu dibuktikan sehingga Nita  bisa meraih 1.350 suara sesuatu yang mustahil bisa diperoleh seorang anak muda dan belum lama berkecimpung dunia politik.

Terpilihnya Nita sebagai wakil rakyat, sang ibu, Puspa yang kini berada di Makkah sedang menunaikan ibadah haji mengaku tak berhenti berdoa bagi anaknya agar sukses dan bisa melaksanakan amanah rakyat dengan baik dan benar. “Setiap berdoa terlebih-lebih di Masjidil Haram, saya selalu mendoakan dia agar bisa melaksanakan amanah rakyat dengan benar dan bisa membantu rakyat pedalaman Kutim tempat ia dipilih dan masyarakat Kutim secara umumnya,” ujar wanita yang keseharianya bertugas di Kantor Kecamatan Telen.

Meski tak ditemani sang ibu saat resmi dilantik, Nita tampak bahagia ketika ayah dan keluarga besarnya ikut menyaksikan ia melafalkan sumpah janji sebagai anggota DPRD Kutim untuk lima tahun kedepan, suatu perjalanan yang tidak singkat, Selamat dan Sukses  Nita.(syafranuddin)