Beranda hukum BPKP Kaltim Akan Hitung Kerugian Negara

BPKP Kaltim Akan Hitung Kerugian Negara

577
0
Arena Balap Sepeda Motor di Batu Putih Sangatta Kutim yang kini diselidiki Kejati Kaltim karena ada aroma korupsi.

SAMARINDA (24/5-2020)

                Meski tim penyidik Kejati Kaltim menduga ada kerugian hingga Rp25 M dari proyek pembebasan lahan sirkuit balapanan Batu Putih Sangatta, namun hasil akhir diserahkan ke BPKP Perwakilan Kaltim. Dalam keterangannya, Kajati Kaltim Chaerul Amir menyebutkan, tim penyidik meminta dilakukan audit ke BPKP Kaltim  akan perhitungan negara.

Kajati Kaltim Chaerul Amir

                Dalam keterangan persnya, Chaerul mengungkapkan terjadi pembayaran yang tak seharusnya dilakukan karena lahan yang dibebaskan berdasarkan dokumen dan keterangan ahli, masih milik negara bukan perseorangan.

                Berdasarkan keterangan BPN, ke 5 warga masyarakat yang diperiksa tim penyidik mengaku sebagai pemilik lahan hanya bisa memperlihatkan surat keteranagn tanah yang diterbitkan Kepala Desa. “Keterangan BPN, dinyatakan tidak sah untuk menjadi alasan melakukan pembayaran atas pembebasan lahan yang ada,” beber Chaerul seraya menambahkan pemilik lahan kini masih jadi saksi.

                Dihadapan sejumlah wartawan, diakui, siapa yang harus bertanggungjawab adalah KPA yakni A, sementara oknum pejabat lainnya masih dalam penyelidikan. Meski demikian, Chaerul mengakui dalam kasus Tipikor biasanya tidak berdiri sendiri atau orang perorang tetapi ada peran orang lain namun sejauh mana peran masing-masing.  “Tidak mungkin dalam kasus  Tipikor, hanya  ada satu orang tersangka atau pelaku. Meski demikian, Kejaksaan tidak berdasarkan  asumsi, tetapi harus berdasarkan alat bukti  karena korupsi ada kaitannya dengan kewenangan, jabatan, dan tanggung jawabnya berbeda seperti PPTK, Bendahara, Panitia Pembebasan atau Tim 9 dan lainnya,” ungkapnya.(SK8)