Beranda kutim Buaya Siam Terancam, Yasiwa Aktif Lakukan Pemantauan Bersama Masyarakat

Buaya Siam Terancam, Yasiwa Aktif Lakukan Pemantauan Bersama Masyarakat

197
0
BERBAGI

SANGATTA (17/5-2018)
Buaya Siam atau sering disebut Buaya Badas Hitam salah satu spesies buaya air tawar yang berstatus critical endanger atau terancam punah, akibat lahan basah yang menjadi habitatnya banyak dikonversi peruntukannya.
Keberadaan Buaya Siam di lahan Basah Suwi telah terbukti berdasarkan temuan-temuan buaya dewasa, anakan yang terperangkap jaring, bubu maupun pancing nelayan, juga penampakan mata pada survei malam dan temuan kotoran buaya.
Di Lahan Basah Suwi populasi buaya siam jauh lebih sedikit dibanding yang ada di Lahan Basah Mesangat dan tidak ditemukan adanya buaya supit (Tomistoma schlegelii) namun lahan basah Suwi memiliki kelebihan lain yaitu keberadaan Bekantan (Nasalis larvatus) yang merupakan primata endemik Borneo dan salah satu satwa prioritas konservasi Indonesia.
Monica Kusneti dari Yayasan Konservasi Khatulistiwa Indonesia (Yasiwa) menerangkan Yasiwa telah bekerja sama dengan nelayan melakukan survey malam, pembebasan dan pengukuran anak buaya yang terperangkap jarring maupun alat pancing lainnya.
“Pelepasan yang pertama dilakukan pada bulan Mei tahun 2015, nelayan menginformasikan kepada Yasiwa tentang adanya anak buaya yang terkena pancing. Selama tahun 2017 dilakukan pembebasan terhadap enam ekor anak buaya di Loa Bekara dan Kenohan Bekayu dua diantarnya diukur dan ditimbang sebelum di lepaskan,” terang Monica.
Disebutkan Monica, Sungai Mentelang merupakan hulu sungai Suwi dan berhubungan dengan lahan basah Suwi. Sebagai tempat ditemukannya buaya siam. Berdasarkan informasi Amat warga masyarakat, sekitar Sungai Serapung yang berdekatan dengan Kenohan Suwi, sering terdengar suara dan ditemukan jejak-jejak buaya dewasa. “Bahkan pada bulan Mei 2017 lalu ada buaya dewasa yang datang mendekat di sekitar rakit nelayan. Dengan temuan anak-anak buaya membuktikan masih ada induk yang bisa melakukan regenerasi,” bebernya.(SK13)