Beranda hukum Bupati Bakal Temui Menhub

Bupati Bakal Temui Menhub

449
0

SANGATTA (12/8-2-19)

Pekerjaan causesway Pelabuhan Kudungga di Kenyamukan Sangatta Utara, semakin ruyam. Akibatnya, proyek yang sudah beberapa tahun digarap, belum bisa disandari kapan besar selain itu itu pendapatan daerah juga ikut lenyap.

Meski saat ini, kondisinya setengah jadi, namum pemerintah pusat konon tahunya proyek yang menelan  dana lebih Rp45 miliar sudah selesai. Karena itu, Bupati Kutim Ismunandar ingin mengambil alih pekerjaan causeway, agar bisa tuntas.

 Kepala Dinas Perhubungan Kutim Iksanuddin Syerpi, Senin (12/8), menyatakan pemerintah pusat tahunya causeway  tak ada masalah karena sudah selesai.

Namun, Bupati Ismunandar kepada  wartawan menyatakan  akan meminta data kondisi causeway agar  bisa menghadap langsung ke Menteri Perhubungan,  agar persoalan  selasai. “Kita mau tanya, mau biaya atau tidak. Kalau tidak, serahkan ke kita agar diselasaikan sendiri. Jangan hanya di PHP,” katanya.

Diakui Ismu,  kalau mau serius kerja dengan dana Rp1 miliar bisa fungsi. “Jadi yang penting statusnya jelas, kalau mereka serahkan ke Kutim, ada dasar untuk melakukan penyelesaian. Sebab tidak bisa jiga dilakukan penyelesaian kalau proyek APBN, langsung dikerjakan lagi pakai APBD. Tapi kalau diserahkan ke kita  agar tidak terkatung-katung, maka kita yang selesaikan,” kata Ismu seraya menyatakan anggarn tidak masalah.

Sekedar diketahui, kondisi Pelabuhan Kudungga, masih jauh dari kata selesai. Terutama causeway, yang dikerjakan dengan anggaran APBN. Causeway ini, tampak seperti sungai kering. Dimana, bagian tengahnya, masih perlu timbunan sekitar satu meter, agar rata dengan pinggirnya, agar bisa dilalui kendaraan.

Untuk sampai ke lapangan, dimana nantinya akan dibangun sisi darat seperti ruang tunggu, kantor dan berbagai fasilitas lainnya, maka dibutuhkan jembatan, penghubung dengan causeway yang sepanjang 10 meter.

Karena persoalan Causeway ini, maka pelabuhan  yang konon masuk tol laut wilayah delapan ini, tidak fungsi. Padahal, alur pelayaran tol laut wilayah delapan, telah beroperasi sejak beberapa tahun, namun karena pelabuhan Kudungga Kutim belum bisa fungsi, sehingga kapal yang hilir mudik di rute tol laut wilayah 8, tidak mampir di Kutim. (SK2)