Beranda kutim adv pemkab Bupati Ismu Ultimatum Alumni Ijtima Gowa Asal Kutim

Bupati Ismu Ultimatum Alumni Ijtima Gowa Asal Kutim

144
0

SANGATTA (28/4-2020)

Menyikapi lonjakan yang terjadi pada kasus terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kutai Timur (Kutim), dalam tiga hari terakhir terjadi lonjakan kasus terkonfirmasi positif hingga 7 kasus, Bupati Kutim Ismunandar, langsung angkat bicara. Selaku orang nomor satu di Kutim, dirinya memberikan ultimatum kepada warga Kutim yang merupakan pelaku perjalanan atau pernah mengikuti kegiatan ijtima ulama di Gowa-Sulawesi Selatan (Sulsel), untuk secara sukarela melaporkan diri dan melakukan pemeriksaan kesehatan. Hal ini disampaikan Bupati Ismu kepada wartawan, usai memimpin Video Conference (Vicon) dengan sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Kutim, Senin (27/4).

Bupati Kutim Ismunandar, saat memberikan keterangan pers kepada wartawan

“Dari kasus-kasus yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Kutim, memang di dominasi dari pasien yang berkaitan dengan kluster ijtima Gowa. Karenanya, saya minta buat (warga Kutim, red) yang datang dari Gowa atau ikut kegiatan ijtima Gowa dan belum dilakukan Rapid Test, untuk melaporkan diri dan melakukan pemeriksaan Rapid Test ke Puskesmas terdekat, atau datang langsung ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah, red) Kudungga, atau lapor ke Dinas Kesehatan Kutim,” ucap Ismu.

Lanjut Ismu, Pemerintah Kutim tidak bosan-bosannya mengingatkan kepada warga yang menjadi alumni ijtima Gowa untuk secara jujur dan sadar diri, melaporkan dirinya kepada pemerintah. Selain itu, Ismu juga memastikan jika pemerintah dan aparat Kutim sudah melakukan penyisiran dan mendata alamat masing-masing alumni Gowa.

“Saya kembali mengingatkan, kami sudah menyisir rumah-rumahnya (Alumni ijtima Gowa, red). Mending melaporkan diri saja secara sukarela, sehingga tidak berurusan dengan aparat keamanan,” tegasnya.

Lanjut Ismu, saat ini pasien asal Kutim yang sudah terkonfirmasi positif COVID-19 dari jaringan kluster Gowa, jumlahnya mencapai 6 orang. Namun jika tidak ada kesadaran dari masing-masing individu akan kesehatan dan keselamatan bersama, maka kemungkinan bisa bertambah. Dirinya meminta agar warga tetap menerapkan anjuran pemerintah dan kesehatan dalam upaya pencegahan penyebaran dan penularan COVID-19, bahkan secara tegas Ismu meminta agar warga menjaga jarak dengan orang-orang yang memang diketahui merupakan alumni ijtima Gowa.

“Saat ini alumni ijtima Gowa jumlahnya cukup banyak di Kutim. Masyarakat tetap jaga jarak, apalagi terhadap para alumni Ijtima Gowa ini, jangan dekat-dekat dulu. Karena banyak OTG (Orang Tanpa Gejala, red). Sekarang pasien dari kluster Gowa sudah ada enam orang, bisa saja bertambah. Saya minta jangan sepelekan peringatan pemerintah dan anjuran kesehatan,” tegas Ismu.(Adv-Kominfo)