Beranda kesehatan Cegah Penyalahgunaan Komix dan Lem Kayu, Pemkab Bentuk Satgas

Cegah Penyalahgunaan Komix dan Lem Kayu, Pemkab Bentuk Satgas

188
0

SANGATTA (24/4-2018)

Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang disaksikan Bupati Ismunandar serta ratusan peserta upacara anti Narkoba, memusnahkan sabu yang berhasil diamankan jajaran Polres Kutim.
Maraknya penyalahgunaan obat batuk cair merk Komix yang dioplos dengan minuman lain, sehingga membuat mabuk peminumnya, termasuk penggunaan lem kayu di Kutim menjadi perhatian Pemkab Kutim.
Untuk mencegah penyimpangan penyalahgunaan obat batuk dan lem kayu ini, Senin (23/4) Pemkab membentuk Satuan Tugas (Satgas). “Rakor yang melibatkan berbagai pihak ini, karena kekhawatiran Pemkab Kutim akan nasib remaja Kutim yang sedang duduk dibangku sekolah,” kata Wabup Kasmidi Bulang.
Ia menaruh harapan, Satgas yang terdiri berbagai unsur bisa melakukan edukasi serta pencegahan terhadap penyalahgunaan obat batuk dan lem kayu yang sebagian besar digunakan remaja. “Penyalahgunaan obat batuk komix sudah meresahkan masyarakat, karena dilakukan anak-anak sekolah atau generasi penerus karenanya harus cepat ditangani bersama,” harap Kasmidi.
Rakor yang dipimpin Kasmidi, disepakati segera membentuk tim perpadu yang beranggotakan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kutim, Lembaga Adat, Granat, Polres Kutim, Kodim, Lanal Sangatta, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Disdik, Dispora, KNPI, Bagian Hukum, Satpol PP, Camat dan LPA serta undangan lainnya.
Maraknya penyalahgunan obat batu Komix dan lem kayu yang diduga dilakukan oknum remaja di Sangatta, membuat gerah Ketua Adat Besar Kutai Kutai Timur, Sayyid Abdal Nanang Al Hasani.
Melalui surat ke Bupati Kutim, Pimpinan DPRD, Kapolres Kutim hingga KPAI Kutim, ia berharap ada tindakan Pemkab Kutim mengatasi penyimpangan perilaku sejumlah remaja.
Dalam surat tertanggal 9 April 2018 lalu, disebutkan penggunaan Komix dan lem kayu kian marak, bahkan memanfaatkan bangunan yang dibangun Pemkab Kutim diantaranya eks Gedung STAIS di Jalan APT Pranoto. “Pantauan kami, yang menggunakan Komix dan lem umumnya masih remaja termasuk anak-anak yang masih duduk dibangku sekolah,” tulis Abdal.
Ia berharap orang tua dan masyarakat peduli untuk menyelamatkan generasi muda Kutim dari penyalahgunaan Komix dan lem. Selain itu, Abdal menyarankan Pemkab Kutim membentuk tim terpadu yang terdiri berbagai pihak termasuk masyarakat.
Diakuinya jika dibiarkan, anak-anak Kutim nantinya kalah bersaing dengan anak luar Kutim sehingga hanya menjadi penonton ketika Kutim dikelola warga luar Kutim. “Ini tiada lain demi Kutim di masa mendatang, jika dibiarkan nantinya akan menggukana Narkoba mereka itu,” sebut Abdal Nanang.(ADV-KOMINFO)