Beranda ekonomi Cuaca Bersahabat, Pedagang Jagung Panen

Cuaca Bersahabat, Pedagang Jagung Panen

219
0
Pedagang jagung di Road 9 Sangatta saat melayani pembeli.

SANGATTA (31/12-2017)
Mejelang malam tahun baru, pedagang jagung di Sangatta boleh tersenyum karena banyak jagung mereka terjual. Sementara pedagang terompet, mengalami pil pahit karena tidak laku meski harus banting harga, sedangkan pedagang petasan dan kembang api mengaku tidak banyak petasan yang terjual.
Dalam dua hari terakhir, sejumlah pedagang jagung di Road 9 Sangatta Utara sempat was-was karena keburu menstok banyak. Namun, Minggu (31/12) seiring cuaca bersahabat, mereka bisa menjual dalam jumlah banyak meski harga tertinggi Rp2000 perbiji untuk ukuran besar dan Rp2 ribu per 3 biji untuk ukuran kecil. “Alhamdullah, hari ini sudah laku sepuluh karung,” kata Mustakim salah satu pedagang ketika ditemui Suara Kutim.com.
Mustakim yang mengaku warga Kabo Sangatta Utara, tidak menyebutkan berapa ia mendapatkan keuntungan dari penjualan jagung. “Adalah pak, meski say beli juga dari warga,” sebutnya seraya berharap semakin sore banyak warga membeli.
Selain jagung, warga juga menjual arang namun harganya tetap sama dengan hari-hari biasa yakni Rp5 ribu per bungkus. Namun, rejeki yang didapat pedagang jagung tak bisa dinikmati pedagang terompet. “Nggak ada yang laku, sudah dua hari terakhir nggak ada yang beli meski anak-anak,” terang seorang pedagang terompet bernama Suyanto.
Ditanya apa penyebab warga enggan membeli terompet, Suyanto mengaku tak mengetahui. Namun, ia menduga merosot penjualan terempoet sejak beredarnya kabar bakteri difteri yang bisa menyebar melalui air liur. “Biasanya sehari ada lima terjual, sampai hari ini nggak ada sama sekali,” aku Suyanto seraya mengambarkan penjualan terompet tahun lalu.(SK2/SK3/SK4/SK12)