Beranda ekonomi Dalami Masalah Ketenagakerjaan, Komisi D Bentuk Panja

Dalami Masalah Ketenagakerjaan, Komisi D Bentuk Panja

0
Sejumlah pekarja perkebunan kelapa sawit saat berunjukrasa di DPRD Kutim.

Loading

SANGATTA,Suara Kutim.com (7/3)
Permasalahan seputar ketenaga kerjaan khususnya di sektor perkebunan, membuat DPRD Kutim berupaya mencarikan solusi terbaik agar permasalahan yang terjadi bisa teratasi.

Ketua Komisi D - Uce Prasetyo
Ketua Komisi D – Uce Prasetyo
Menurut Ketua Komisi D DPRD Kutim Uche Prasetyo, Kutim daerah berkembang yang kini sedang giat-giatnya untuk menjadi salah satu daerah sentra perkebunan sawit, tentunya permasalahan yang berkaitan dengan tenaga kerja atau buruh perkebunan akan selalu ada. “Hampir setiap bulan ada saja demo buruh perkebunan sawit yang menyambangi DPRD Kutim untuk mengadukan nasib,”terang Uce.
Agar persoalan buruh perkebunan bisa diatasi dengan baik, Komisi D merencanakan membentuk panitia kerja (Panja) khusus Tenaga Kerja Perkebunan. Panja, kata Uce mencoba memecahkan permasalahan dengan mencari solusi-solusi dan rekomendasi terkait permasalahan ketenaga kerjaan khusunya di perkebunan.
Ia mengakui, selama enam bulan ke depan Panja fokus menggodok standar kerja Panja, dengan berkoordinasi sejumkah SKPD terkait seperti Disnaker dan Perkebunan. Selan itu juga akan memanggil perusahaan perkebunan secara bergantian dan mencari permasalahan apa yang dihadapi terkait ketenaga kerjaan dan kemudian di croscek dengan serikat buruh yang ada. “Terpenting, kerja Panja ini tidak akan pernah lepas dengan UU serta peraturan yang berlaku sebagai paramameter seperti sistem penerimaan, pengajian serta pengupahan yang diterapkan,” beber politikus PPP ini.
Seperti diwartakan sejumlah pekerja perkebunan kelapa sawit di Kutim belum lama ini menggelar unjukrasa ke DPRD Kutim, mereka mengadu dipekerjakan tidak semestinya selain itu ada yang juga meminta fasilitas kerja ditambah termasuk gaji.(SK-03)