Beranda kutim Darius : BLK Kutim Mati Suri Untung Ada Perusahaan

Darius : BLK Kutim Mati Suri Untung Ada Perusahaan

167
0

SANGATTA (2/1-2019)

 Balai latihan kerja  (BLK ) Kutai Timur (Kutim) selama ini   tidak bisa dimanfaatkan maksimal, terutama untuk meningkatkan keterampilan angkatan kerja di Kutim.  Pasalnya,  dalam beberapa tahun terakhir, dana yang didapat hanya untuk    belanja adminitrasi,  sementara untuk anggaran pelatihan tenaga kerja, minim.

 Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans ) Darius Jiu Dian ketika dikonfirmasi Suara Kutim.com membenarkam jika dana yang disediakan untuk melatih warga Kutim, tidak ada.  

“BLK kita ini memang  tidak berjalan maksimal, untuk tujuan meningkatkan keterampilan angkatan kerja di Kutim, terutama untuk anak-anak SMK.   Sebab tidak ada anggaran untuk pelatihan . Padahal, tujuan adanya BLK itu untuk pelatihan anak-anak yang memasuki usia kerja,   yang perlu ditingkatkan keterampilannya sesuai dengan kebutuhan industri,” jelas Darius.

Ditemui di ruang kerjanya, ia mengungkapkan, setiap   sebenarnya usulan untuk pelatihan di BLK  selalu disampaikan namun tidak dikabulkan karena  defisit.  Diungkapnya, pelatihan lebih banyak lebih bagus karena bisa memenuhi keinginan lapangan kerja. “Biar berapa miliar rupiah, kalau  kita mau maksimalkan pelatihan di BLK,  pasti terserap,  namun yang ada hanya belanja adminitrasi yang tak seberapa besar,” ungkapnya.

                Yang membuat BLK bisa aktif meski pelan, karena kepedulian perusaan yang selama ini sudah kerja sama. “Perusahan yang sering memanfaatkan BLK terutama dari pihak perusahan pertambangan batu bara,  termasuk kontraknya yang memang  peduli  untuk meningkatkan keterampilan  angkatan kerja di Kutim namun  BLK tetap tidak maksimal. Sebab, paling satu atau dua jurusan,  sementara pelatihan biasanya  hanya sekitar tiga bulan. Jadi masih tetap ada berapa bulan dimana BLK tidak ada kegiatan,” sebutnya seraya menambahkan jika banyak tenaga kerja trampil Pemkab tidak pusing lagi dengan banyaknya warga Kutim yang ingin bekerja di lingkungan Pemkab.(SK2)