Beranda KABAR KALTIM Desa Rantau Buta (3) :Hadiah HUT RI ke 75, Dikunjungi Gubernur...

Desa Rantau Buta (3) :Hadiah HUT RI ke 75, Dikunjungi Gubernur dan Listrik Menyala 24 Jam

89
0
Berkat pembangunan PLTS yang digagas Gubernur Isran Noor kini Desa Rantau Buta tidak gelap dulita dimalam hari, warga bisa menikmati terangnya lampu.

KEBAHAGIAN  membubung di Desa Rantau Buta demi mendengar kabar Gubernur H. Isran Noor pada 2 Agustus 2020 berkenan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terpusat Off Grid 24 kWp. Warga Desa Rantau Buta sejumlah 36 KK atau 116 jiwa, tak bisa menyembunyikan antusias menyambut orang nomor satu di Bumi Kalimantan Timur. Tak sabar rasanya, bertatap muka dengan Gubernur Kalimantan Timur.

Inni Indarpuri

Tenda pun didirikan, gotong royong dijalankan, bahan-bahan dikumpulkan, demi menyiapkan apa saja untuk menyambut rombongan Gubernur. Bendera dan umbul-umbul tak ketinggalan dipasang. Tentu saja tak lupa, ibu-ibu mengumpulkan bambu dari kebun di hutan sebagai wadah lemang, kudapan khas warga Desa Rantau Buta yang akan disuguhkan.

Kawan, tentulah awalnya kami tak percaya. Gubernur H. Isran Noor mau menempuh perjalanan 12 km dari Tanah Grogot dengan akses jalan yang tak nyaman. Nyaris seperti kubangan lumpur, jika diguyur hujan semalam. Sulit untuk mencapai desa kami jika tidak dibekali mobil double gardan.

Dulu, tahun 1980 jalan akses ke desa merupakan jalan logging sebuah perusahaan kayu, kemudian tahun 1990-an diambil alih Pemkab Paser dengan beberapa kali peningkatan kualitas jalan. Beberapa tahun terahir sebenarnya juga ada alokasi dana dari ADD untuk paving beberapa spot yang parah. Sisa paving tersebut sedikit menolong ban mobil berpijak. Namun, dibeberapa titik jalan bergelombang masih tetap mengguncang mobil dengan hebat.

Lelah menempuh perjalanan panjang, tentulah terbayarkan sesampainya di desaku, dengan indahnya hutan rindang yang mengepung desa. Ditambah ramahnya penduduk Rantau Buta menyambut setiap tamu yang datang. Tentu saja, ditandangi seorang pemimpin besar yang tulus perhatiannya adalah sebuah peristiwa yang tercatat erat dalam ingatan warga Desa Rantau Buta.

Warga bahu membahu ikut mempersiapkan kedatangan Gubernur Isran Noor

Lenyap semua beban yang dulunya berat bagi kami. Tak lagi setiap bulan harus merogoh kantong memenuhi urunan BBM Solar untuk menghidupi genset. Urunan 100 ribu per KK hanya mampu mengaliri selama 4 jam mulai pukul 18.00. Lewat pukul 22.00 gelap gulita menyempurnakan kesunyian desa yang terisolir. Anak-anak yang ingin melanjutkan belajarnya cukup puas dengan penerangan lampu tempel.

“Bersyukur, banyak dampak jika listrik menyala di pedesaan, terbukanya informasi, meningkatnya kualitas pendidikan, anak-anak bisa belajar di waktu malam untuk mengetahui informasi melalui TVRI, serta mengairahkan warga pedesaan untuk membangun desanya,” ujar Gubernur yang sempat kami dengar.

Benar, kami bersyukur listrik telah mengaliri 42 rumah, fasilitas umum seperti Kantor Desa sudah bisa melayani warga desa dengan maksimal, adanya listrik membuat sekolah dapat berkegiatan dengan kreatif,dan kami bisa lebih khusyuk lagi beribadah karena di tempat ibadah juga kebagian listrik. Termasuk 26 titik penerangan jalan umum, tentunya membuat desa kami benar-benar bergairah, seperti kata Gubernur Isran Noor.

“Alhamdulillah, saat ini desa kami menuju desa yang terang benderang. Bukan hanya siang tapi juga malam hari. Mimpi yang menjadi kenyataan dengan kehadiran pak Gubernur,” timpal Kepala Desa Rantau Buta, Kecamatan Batu Sopang, Asran S menyampaikan rasa terima kasihnya.

Mobil berwarna putih yang membawa Gubernur Kaltim dan rombongan meninggalkan Desa Rantau Buta usai peresmian. Warga Desa Rantau Buta melepas kepulangan pemimpin Kaltim dengan ucapan syukur dan terima kasih terdalam. Sungguh, ini kado HUT RI ke-75 terindah bagi desa kami. Dan kami bangga bisa memperlihatkan kelestarian hutan yang mengepung kampung kami kepada pemimpin Kaltim.

Ketika mobil rombongan dari provinsi benar-benar lenyap dari penglihatan, terselip semangat untuk menjaga amanah PLTS ini dengan baik. Seperti kata Gubernur Isran Noor dalam sambutannya, “PLTS ini milik masyarakat, maka kewajiban bersama untuk memeliharanya.” (habis/Inni Indarpuri – Kasubag Publikasi Biro Humas Setda Provinsi Kaltim)