Beranda kriminal Diburu Tim Macan Polres Kutim, NS Gauli Anak Tiri Sejak Tahun...

Diburu Tim Macan Polres Kutim, NS Gauli Anak Tiri Sejak Tahun 2018

429
0
NS ketika ditunjukan kepada pers

SANGATTA (10/8-2020)

                Kasus a susila di Sangatta kembali terjadi, kali ini seorang anak berusia di bawha umur. Sementara pelakunya NS (42) kini sudah diamankan di Mapolres Kutim. Kapolres Kutim AKBP Indras Budi Purnomo, dalam keterangan persnya, Senin (10/8) menerangkan korban diancam.

                Peritiswa mengenaskan itu, ujar Kapolres Indras Budi Purnomo terungkap Ahad (2/8) ketika korban bercerita kepada ibu korban sehingga dilaporkan ke Polres Kutim. Mengetahui dirinya dilkaporkan ke Polisi, NS yang kesehariannya kerja di sebuah perusahaan kelapa sawit, Senin (3/8) melarikan diri ke Samarinda. “Tersangka sebelum melarikan diri, minta cuti ke perusahaan setelah itu lari ke Samarinda untuk sembunyi,” terang Kapolres Indras seraya menyebutkan kasus a susila terjadi di kediaman pelaku di Sangatta Utara.

                Bersama Kasatreskrim AKP Abdul Rauf, disebutkan, penyidik mengetahui perbuatan bejat NS terhadap anak tirinya ini terjadi sejak tahun 2018 lalu ketika korban masih berusia 12 tahun. “Korban menerangkan ia digauli ayah tirinya kali pertama sejak tahun 2018 dan selalu dilakukan ketika ibunya tidak ada di rumah,” timpal AKP Abdul Rauf.

                Berdasarkan pengakuan korban dan bukti, Tim Macan Kutim yang dipimpin AKP Abdul Rauf memburu NS yang diketahui di Samarinda. Upaya mencari NS,  membuahkan hasil. “Alhamdulillah, dibantu  Subdit Jatanras Polda Kaltim dan Tim Macan Borneo Polresta Samarinda berhasil mengamankan NS  di Samarinda pada Sabtu tanggal 3 Agustus 2020 yang bersembunyi di kediaman keluarganya,” sebut AKP Abdul Rauf.

                Dalam pemeriksaan awal, NS mengakui telah mengauli anak tirinya sebanyak 10 kali  sejak tahun 2018. Dengan pengakuan awal ini, NS akhirnya diamankan dan dibawa ke Mapolres Kutim sejak 2 hari lalu. “Kini NS sudah berstatus tersangka melanggar UU Perlindungan Anak yang ancaman hukumannya 15 tahun penjara dan denda Rp 15 miliar,” sebut Abdul Rauf seraya menambahkan sejumlah barang bukti telah diamankan.(SK3)