Beranda ekonomi Diharapkan Sebelum Isya, Jamaah Sudah Ada di Masjid Al-Faruq

Diharapkan Sebelum Isya, Jamaah Sudah Ada di Masjid Al-Faruq

353
0
Jamaah Haji Kutim tahun 2018 lalu ketika tiba di Bandara King Abduln Azis Jedah

SANGATTA (16/7-2019)

                Menjelang pemberangkataan Jamaah Haji Kutim, Kementrian Agama Kutim bersama Satlantas Polres Kutim, Dishub serta Satpol PP serta pengurus Masjid Agung Al-Faruq Sangatta meningkatkan koordinasi.

                Pemberangkatan yang dijadwalkan setelah shalat Isya, Ahad (21/7) diharapkan tepat waktu karena jarak tempuh serta mempertimbangkan kondisi jamaah yang harus tetap terjaga staminanya sebelum terbang ke Jeddah. “Kami berharap kerjasama jamaah haji, karena ketepatan waktu merupakan kunci kelancaran pemberangkatan nanti karenanya sebelum shalat Isya diharapkan semua sudah datang semua, kecuali yang akan dijemput di Samarinda,” terang Kasi PHU Kemenag Kutim Sofyansyah.

Penerimaan koper jamaah haji Tahun 2019 di Masjid Agung Al-Faruk Sangatta.

                Kepada Suara Kutim.com yang menyambanginya di Kantor, Selasa (16/7) dijelaskan, jamaah dari Sangatta, menggunakan bus ke Balikpapan. Sedangkan, koper menggunakan truk yang nantinya dikawal khusus agar barang jamaah benar-benar aman hingga masuk cargo Garuda Indonesia di Balikpapan.  “Koper dikumpul Ahad tanggal 21 Juli 2019 mulai pukul 09.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita di Masjid Agung Al-Faruq, nanti akan dicek satu persatu sesuai manifes yang ada. Setiba di Balikpapan, akan dilakukan pengecekan dan penimbangan serta pelabelan penerbangan,” terang Sofyansyah.

                Jamaah Haji Kloter V Balikpapan, dijadwalkan terbang ke Jeddah pada Selasa  (24/7) pukul 14.30 Wita dengan pesawat Garuda Indonesia  nomor penerbangan GA 4103. Dijadwalkan tiba di Jeddah, pukul 21.30 WAS dan kemungkinan  tiba di Makkah menjelang subuh.

                Kloter 5 Balikpapan terdiri Jamaah Haji dari Samarinda sebanyak 21 orang, Kutim (180) dan Paser 249 orang ditambah 5 orang petugas,  nantinya didampingi  Abdul Gafur Yusuf  sebagai TPHI,  Nanang Gazali Ibrahim Baen (TPIHI), Hardiansyah Baharuddin ( dokter / TKHI), Suparno dan Rahdatu Fakhanur Rozi sebagai tenaga kesehatan.(SK11)