Beranda hukum Diikuti Ribuan Orang, Pembukaan Mukernas PPMI di Sangatta Semarak

Diikuti Ribuan Orang, Pembukaan Mukernas PPMI di Sangatta Semarak

1199
0
Peserta Mukernas PPMI di Sangatta saat mengabadikan penampilan sejumlah pekerja wanita yang menari.

SANGATTA (5/3-2018)

Wabup Kasmidi Bulang saat membuka Mukernas PPMI.
Sekitar 1.000 orang anggota Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) mengikuti Mukernas I Tahun 2018. Peserta yang terdiri 21 DPW provinsi bahkan perwakilan dari Malaysia, hadir. Banyaknya peserta yang hadir membuat pembukaan Mukernas semarak, meski mereka harus kehilangan Nurdiansyah salah satu anggota yang belum lama ini wafat.
Mukernas yang bertemakan Tema Menciptakan Hubungan Industrial Pancasila Menuju Indonesia Bertaqwa dibuka Wabup Kutim Kasmidi Bulang, Anggota DPRD Kutim Uche Prasetyo dihadiri Karo Kesra Setprov Kaltim, Elto, Ketua Persaudaraan alumni 212, KH Slamet Ma’arif , Perwakilan MUI Pusat Fikri Bareno, Ketua PPMI Prov Kaltim Abdul Jasmin, Perwakilan PT KPC Bapak Yordan. “Alhamdulillah, berkat kerjasama Mukernas berjalan sesuai harapan, bahkan kami bangga bisa dihadiri perwakilan dari Malaysia,” kata ketua panitia Muhammad Zumar.
Utusan PPMI Malaysia

Zumar yang sempat menangis saat pidato, karena teringat dengan Nurdiansyah yang wafat setelah ikut mempersiapkan Mukernas terbesar di Kutim.
Sementara Ketua DPW PPMI Kaltim Abdul Jasmin mengakui Mukernas PPMI merupakan sejarah PPMI untuk membangun eksistensi pekerja demi mewujudkan hak – hak pekerja. “PMI sudah membuka akses yang strategi bagi pekerja PPMI di seluruh Indonesia,” kata Abdul Jasmin.
Ia berharap, pemerintah dan pengusaha berkerjasama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia juga menoroti masalah tenaga kerja outsourcing. Diakui, hubungan antara pengusaha dengan pekerja di Kaltim cukup baik terhadap serikat,bagi pengusaha agar bertindak sesuai dengan per UU, pemerintah dapat bertindak sesuai dengan aturan per UU, pihak kepolisian, kejaksaan dapat melaksanakan fungsinya dengan baik sesuai aturan. “Kami berharap kerjasama bipartid dalam menyelesaikan semua permasalahan hubungan industrial,” harapnya.
Hal senada diungkapkan Ketua persaudaraan alumni 212 KH Slamet Ma’ arif dan Ketua Mahkamah Organisasi, Muhammad Arfan dalam orasinya. “Orang yang bekerja keras untuk keluarganya adalah pejuang termasuk dalam giat 212, PPMI adalah pejuang agama Allah, selain itu PPMI bagian dari pejuang penyelamat agama, NKRI dalam gerakan 212,” ujar KH Slamet Ma’arif.
Muhammad Arfan menandaskan PPMI tidak saja tercatat di Indonesia tetapi di dunia internasional sebagai penyampai informasi perburuhan di Indonesia. Ia juga mengungkapkan masalah outsourcing masih banyak diberlakukan di Indonesia. “PPMI hanya mampu untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah tapi kita sebagai pelaku, tidak boleh apriori lagi terhadap politik, memberikan dukungan penuh terhadap orang orang kita yang akan maju sebagai calon pemimpin,” sebut Arfan.
Acara yang molor lebih 1 jam bertambah menarik saat sejumlah pekerja wanita menampilkan tari Dayak serta aktraksi menyumpit oleh seorang pemuda Dayak.(SK12)