Beranda hukum DPP Golkar Pilih Mahyunadi dan Kinsu

DPP Golkar Pilih Mahyunadi dan Kinsu

538
0
Mahyunadi dan Lulu Kinsu

SANGATTA (12/7-2020)

                Peta politik untuk Pilkada Kutim tahun 2020 benar-benar berubah dratis, setelah Is ditangkap KPK karena sangkaan gratifikasi sehingga membuat duet PPP dengan NasDem berubah, kini perubahan terjadi Partai Golkar dimana DPP merekomendasikan Mahyunadi yang berpasangan dengan Lulu Kinsu, bukan Kasmidi Bulang yang kini Ketua Partai Golkar Kutim.

Pasangan pertama yang sudah mendapat rekomendasi Parpol untuk berlaha di Pilkada Kutim Tahun 2020.

                Perubahan besar ini, setelah Partai Golkar Kaltim mengumumkan 5 pasangan yang direstui DPP Partai Golkar. Dalam keterangan persanya, Ketua DPD Partai Golkar Kaltim, Rudi Mas’ud berharap kader Golkar saling membantu dan memenangkan Golkar. “Rekomendasi yang ada merupakan keputusan politik partai, kader Partai Golkar akan bekerja keras, dan saling bahu membahu untuk mencapai target, dan insyaallah akan melebihi,” terang Rudi.

                Disebutkan, kelima pasangan yang telah direstui DPP Partai Golkar untuk meraih suara sebanyak mungkin pada tanggal 9 Desember 2020 nanti yakni untuk Balikpapan Rudi Mashud yang berpasangan dengan Thohari Aziz, kemudian Nen Moerniaeni – Jonis Musli (Bontang), Seri Marawiyah – Syarifatul Sa’diah (Berau), Bonifasius Belawan Geh dan Yohanes  Avununtuk Mahulu serta Mahyanudi  – Lulu Kinsu di Kutim.

                Rudi menambahkan kelima pasangan yang mendapat rekomendasi DPP Partai Golkar,  karena mempunyai kans  terukur pada  Pilkada 2020 mendatang. “Sekarang  fokus untuk memenangkan Pilkada 2020, dan saya harap keputusan partai menjadi keputusan yang dapat dilaksanakan setiap kader partai,” imbuhnya.

                Meski telah ditetapkan sebagai pasangan calon, Mahyunadi dan Kinsu harus mencari 1 kursi lagi, pasalnya syarat untuk maju minimal gabungan partai yan mengusung minimal 8 kursi. Disisi lain, Kinsu yang selama ini seorang pengusaha dan diketahui belum ada partai politiknya meski sempat disebut-sebut memimpin Partai Gerindra.(SK8/SK3/SK5)