Beranda hukum FAD Kutim Berbagi Dari Menyisihkan Uang Jajan Sekolah

FAD Kutim Berbagi Dari Menyisihkan Uang Jajan Sekolah

278
0
Keluarag besar LPA dan FAD Kutim foto bersama dengan keluarga besar Panti Istiqomah Sangatta Selatan.

SANGATTA (24/3-2018)
Santri dan pengurus Panti Asuhan Istiqomah Sangatta Selatan, Jumat (23/3) kemarin dikunjungi Forum Anak Daerah (FAD) Kutai Timur dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kutai Timur. Kunjungan untuk menjalin silahturahim itu, diserahkan sejumlah bantuan berupa Dana Pembinaan, perlengkapan alat tulis, peralatan olahraga, vitamin dan sembako yang dikumpul FAD dari uang jajan.
Maharani Nur Annisa sebagai Plt Ketua FAD Kutim menerangkan kunjungan kerja ke Panti Asuhan Istiqomah yang berada di Jalan Santai Desa Sangatta Selatan, merupakan program kerja tahun 2018. Dana yang digunakan untuk membeli materi sumbangan, terangnya kesemuanya penyisihan uang jajan pelajar yang dikumpulkan keluarga besar FAD.
Sementara Rejki sebagai fasilitator FAD menyebutkan mengatakan mengungjungi Panti Asuhan dan berbagi, bertujuan mengajarkan keluarga besar FAD untuk berbagi serta meningkatkan kepekaan sosialnya. “Mereka akan melihat bagaimana anak-anak yang menimba ilmu dalam usia dini, serba kurang dan jauh dari keluarga namun tetap tegar. Kondisi ini diharapkan, menjadi pembelajaran bagi kita semua,” sebut Rejki.
Marian – sebagai Ketua LPA Kutim, mengaku bangga dan terharu bisa bertandang ke panti asuhan yang berada di lingkungan yang asri. Ia menyebutkan, dalam kegiatan FAD Peduli sebagai suport dan fasilitasi kegiatan FAD yang sama dengan program LPA Kutim.
Kepedulian keluarga besar FAD binaan LPA Kutim ini membuat Muhammad Zainuddin – Ketua Pengurus Panti Asuhan Istiqomah Muhammad Zainuddin senang, terlebih-lebih satrinya. “Sungguh mulia kegiatan FAD dan LPA, Insya Allah akan mendapat ganjaran pahala dari Allah SWT. Dengan bantuan yang diberikan tentu membantu anak-anak dalam belajar,” kata Muhammad Zainuddin.
Ia mengakui, sebagian besar anak asuhnya adalah anak-anak yang mempunyai latar belakang bermasalah. Sebagian, terangnya, sudah tidak mempunyai orang tua, terkait masalah ekonomi, dan masalah lainnya. (SK11)