Beranda kutim adv pemkab Lawan Corona, Bupati Gandeng Ormas dan Paguyuban

Lawan Corona, Bupati Gandeng Ormas dan Paguyuban

196
0

SANGATTA (9/5-2020)

Upaya pencegahan penyebaran dan penularan virus Corona atau Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Namun keterlibatan serta pemahaman masyarakat akan bahaya penularan COVID-19 ini, menjadi kunci utama dalam memutus penularan dan penyebarannya, terutama di tengah-tengah masyarakat. Karenanya, dalam waktu pertemuan yang berbeda, Senin (4/5/2020) kemarin bersama pengurus Paguyuban seKutim dan dilanjutkan rapat koordinasi pada Jum’at (8/5) kemarin, bersama perwakilan Organisasi Massa (Ormas) seKutim, Pemerintah Kutai Timur (Kutim) mengajak pengurus Paguyuban dan Ormas untuk duduk satu meja, bersama-sama mendiskusikan strategi terbaik dan sekaligus mengajak untuk ikut ambil bagian dalam upaya pencegahan penularan COVID-19 di Kutim.

Rapat koordinasi antara Gugus Tugas COVID-19 dengan Ormas dan Paguyuban seKutim, Jum’at (8/5) kemarin

Bupati Kutim, Ismunadar menyebutkan jika paguyuban dan Ormas juga memiliki peran penting dalam upaya pencegahan penyebaran dan penularan COVID-19, khususnya di wilayah Kutim. Melalui pengurus paguyuban dan Ormas, bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat yang berhimpun dan berorganisasi di bawah masing-masing organisasi atau paguyuban, agar mengerti bagaimana pola penularan pandemi COVID-19. Serta mengerti apa yang harus dilakukan agar tidak tertular atau menulari orang lain. Terutama dengan cara mematuhi anjuran kesehatan dalam upaya pencegahan penularan COVID-19, sebagimana yang disampaikan pemerintah.

“Paguyuban dan Ormas (Organisasi Massa, red) merupakan wadah berhimpun dan berkumpulnya warga masyarakat. Karena memiliki massa atau pengikut, maka akan lebih mudah memberikan pemahaman kepada masing-masing warganya, akan bahaya penularan COVID-19 serta pola penularannya. Namun tentu setiap pengurus paguyuban atau Ormas, harus terlebih dahulu mengetahui bagaimana cara pencegahan penularan COVID-19, agar lebih mudah menyampaikannya kepada warga masyarakat. Tentunya mengetahui dan memahami anjuran kesehatan dalam rangka pencegahan COVID-19, sebagimana anjuran pemerintah,” ujar Ismu.

Ditambahkan Ismu, dengan keikutsertaan paguyuban dan Ormas dalam upaya pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19, hal ini sebagai wujud empati dan peduli terhadap persoalan pandemi COVID-19, khususnya di Kutim. Hingga saat ini diketahui jika kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kutim terus bertambah dan hampir membawa Kutim masuk ke Zona Ungu, kondisi lebih parah dari zona merah. Jika kesadaran dan kepedulian akan bahaya COVID-19 tidak dimulai dari sendiri, kapan lagi bisa membuat Kutim terbebas dari cengkraman pandemi COVID-19.

“Dengan keikutsertaan pengurus Paguyuban dan Ormas dalam upaya pencegahan penularan dan penyebaran pandemi COVID-19, ini menjadi bukti jika mereka (pengurus Paguyuban dan Ormas, red) punya rasa empati dan peduli, dengan kesehatan dan keselamatan sesama warga masyarakat. Terlebih saat ini Kutim sudah masuk zona merah dan yang terkonformasi positif COVID-19, terus bertambah. Jika tidak ada kepedulian sesama warga, kapan Kutim akan terbebas dari pandemi COVID-19. Makanya perlu kesadaran dan kerjasama semua warga Kutim dalam pencegahannya,” tegas Ismu.(Adv-Kominfo)