Beranda ekonomi Giliran Kloter 15 Ziarah, Saksikan Langsung Pemotongan Hewan Dam

Giliran Kloter 15 Ziarah, Saksikan Langsung Pemotongan Hewan Dam

118
0
Jamaah haji asal Kutim yang tergabung di Kloter15 Balikpapan saat ziarah ke sejumlah tempat di Makkah.

SANGATTA (19/8-2019)

                Setelah tenaga terasa normal kembali, jamaah haji Kutim yang tergabung di Kloter 15 Balikpapan, mengisi waktu luangnya dengan melakukan ziarah ke tempat-tempat penting di Makkah, Mina dan Arafah termasuk ke lokasi pemotongan hewan kurban dan Dam.

Di pasar hewan Makkah untuk menyaksikan langsung penyembelihanj hewan kurban dan dam.

                Basrie – Ketua Rombongan dan Aji Suzana – sebagi TPHD menerangkan ziarah ke Jabal Rahmah dan sekitarnya, untuk mengenal lebih dekat kawasan yang pekan lalu menjadi pusat kegiatan haji. Sebagai jamaah yang datang terakhir, jamaah haji Kloter 15 Balikpapan hanya punya waktu sepekan di Makkah untuk menuntaskan umrah qudum setelah itu langsung mempersiapkan diri melaksanakan wukuf di Arafah, Mabit di Muzdalifah dan melontar jamaraat di Mina dan tawaf ifadah di Masjidil Haram.

                Di pasar hewan Makkah, jamaah Kloter 15 Balikpapan yang terdiri jamaah Kaltara, Samarinda, Kutim antusias menyaksikan penyembelihan hewan yang diakui jauh berbeda di tanah air. Hewan-hewan yang dibeli jamaah untuk membayar dam sebagai pelaksanaan haji tamatu itu, disembelih tanpa melakukan perlawanan atau meronta seperti di Indonesia. “Hewan-hewan itu seperti tahu bahwa mereka menjadi bagian ibadah untuk jamaah haji yang membayar dam, sehingga sama sekali taka meronta saat disembelih,” kata Basrie.

                Kloter 15 Balikpapan yang berjumlah 454 orang,  ke Madinah pada Jumat (6/9) pukul 16.00 WAS dan kembali ke Balikpapan tanggal 15 September 2019 pukul 02.25 WAS.  Sementara jamaah Kloter 5  Balikpapan yang lebih awal tiba di Makkah, kini sedang melakukan persiapan ke Jeddah untuk ziarah ke sejumlah tempat diantaranya Masjid Qisas  serta Masjid Terapund  – sayangnya kunjungan ke Masjdi Terapung ini, jamaah haji Indonesia dilarang akibat adanya pesta ulang tahun salah satu jamaah beberapa tahun yang digelar di Masjid Terapung. Sebelum kembali Makkah, biasanya jamaah akan diajak ke pusat pertokoan yang terkenal di Jeddah yakni Balad dimana ada nama Toko Ali Murah dan Bakso Bang Doel. (SK11)