Beranda ekonomi Gorengan Bu Rani, Laris Manis. Sehari Terjual 1.000 Biji

Gorengan Bu Rani, Laris Manis. Sehari Terjual 1.000 Biji

1555
0

RAMADHAN merupakan bulan berkah bagi sejumlah pedagang kaki lima, diantaranya Bu Rani (35) yang sehari-harinya berdagang gorengan di Desa Sangkima Kecamatan Sangatta Selatan. Dibawah warungnya yang sederhana, wanita asal Jawa Timur setiap hari mampu menjual 1.000 gorengan.
Ditemui Suara Kutim,com Senin (22/6), wanita yang mengaku di Sangkima masih ngontrak rumah berjualan gorengan merupakan cara keluarganya untuk mendapatkan penghasilan. “Setiap hari minimal seribu biji, terbanyak pisang goreng dan tempe,” terangya ketika dijumpai Suara Kutim.com.
Sambil mengaduk gorengannya, disebutkan bahan baku yang sulit didapatkan tempe dan tahu pasalnya dalam sepekan harga makanan wong cilik ini tiba-tiba naik tajam. Meski demikian, Rani tidak mempermasalahkan pasalnya pelanggannya tetap banyak.
Membuka lapak di depan Masjid Baiturrahim Sangkima, Ny Rani salah satu lapak teramai dari sederet lapak pasar Ramadhan di Sangkima. Menurut beberapa warga Sangkima, untuk mendapatkan gorengan Bu Rani mereka harus antri bahkan menitip pesan sejak siang. “Yang beli antri terlebih-lebih menjelang buka puasa, karenanya harus antri atau pesan,” kata beberapa warga ketika ditanya Suara Kutim.com.
Meski gorengannya laris manis, Bu Rani enggan menyebutkan berapa pendapatannya selama Ramadhan. Namun, ia mengaku semua gorengan yang dijua dihargai sama seperti tempe, pisang goreng,tahu dan pisang molen. “Harganya sama yakni seribu lima ratus rupiah perbiji, kalau ditanya berapa keuntungan ya Alhamdulillah cukup untuk makan keluarga,” ungkapnya seraya menyeka keringatnya akibat panasanya pengorengan.(SK-04/SK-11)