Beranda kesehatan Hujan Tiba, Waspada DBD Sudah 1 Orang Meninggal Dunia

Hujan Tiba, Waspada DBD Sudah 1 Orang Meninggal Dunia

54
0

SANGATTA (11/1-2019)

Masyarakat Kutim kudu hati-hati dengan nyamuk aedes agypti penyebab  Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, demam yang bisa merunggut nyawa manusia ini, beberapa bulan terakhir merebak  di  Kutai Timur  (Kutim).

Kepala Dinkes Kutim, Bahrani Hasanal saat mengikuti peresmian IPA Kudungga, Kamis (10/1) kemarin menyebutkan di  Sangatta Utara terjadi lebih dari 300 kasus DBD dan telah merenggut satu korban jiwa.

“Awal tahun 2019, laporan dari seluruh Puskesmas di Kutim, terjadi peningkatan kasus DBD. Hal ini dimungkinkan dengan sudah masuknya musim penghujan, sehingga banyaknya tampungan atau wadah-wadah untuk nyamuk Aedes Aegypti yang membawa virus dengue untuk berkembang biak,” kata Bahrani.

Secara keseluruhan ujar Bahrani, jumlah peningkatan kasus DBD pada awal tahun ini belum terlaporkan secara jelas, namun  Sangatta Utara bisa di katagorikan tertinggi. Ia mengungkapkan, adanay korban DBD, akibat keterlambatan penanganan dari pihak keluarga korban  yang  menganggap penderita mengalami demam biasa. Namun setelah dibawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit, barulah diketahui menderita DBD namun  sudah terlambat karena korban terlanjur mengalami shock.

Ia mengingatkan, jika ada anggota  keluarga mengalami  demam, jangan dianggap remeh. Segera periksakan ke dokter untuk memastikan apakah menderita DBD atau bukan. Sementara untuk meminimalisir penyebaran DBD di masyarakat, kembali digalakkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus yakni menguras dan membersihkan tempat penampungan air bersih, menutup tempat penyimpanan air, dan mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang jika dibuang bisa menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk.

Selain itu ditambah tindakan “Plus” yakni menaburkan bubuk larvasida atau bubuk abate yang bisa didapatkan gratis di Puskesmas, mengunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi di dalam rumah serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat beristirahatnya nyamuk. (SK3)