Beranda ekonomi Ismu Galakan Pemakaian Batik Wakaroros di Lingkungan Pemkab Kutim

Ismu Galakan Pemakaian Batik Wakaroros di Lingkungan Pemkab Kutim

193
0
Tohiratun (39) salah seorang perajin Batik Tulis Wakaroros di Desa Manunggal Jaya Kecamatan Rantau Pulung.

SANGATTA (19/1-2019)

Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar  berharap seluruh  Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai TK2D  mengenakan pakaian kerja di hari Kamis menggunakan  Batik Wakaroros, agar  industri kreatif Batik Wakaroros, berkembang dan lebih dikenal.

Batik yang telah dibuat Atun bersama ibunya.

Kebijakan pemakaian Batik Wakaroros, kata Ismu diharapkan bisa diikuti semua perusahaan swasta yang beroperasi di Kutim. “Saat ini, PDAM Kutim sudah menggalakan pemakaian Batik Wakaroros,” kata Ismu.

Menurutya, jika semua pegawai Pemkab Kutim menggunakan Batik Wakaroros, secara tidak langsung mendukung pengembangan industri Batik Wakaroros di Kutim. “Saat ini perajin Batik Wakaroros telah berkembang di Kutim salah satunya di Rantau Puung yang digarap Ibu Masriah,” ungkapnya.

Untuk mewujudkan dukunganya kepada perajin batik sekaligus pelestarian budaya daerah, serta menggelorakan kecintaan akan batik, Ismu bakal merubah ketentuan pakaian dinas Pemkab Kutim terutama pemakaian Batik Wakaroros yakni pada Kamis pekan pertama dan ketiga setiap bulan.

“Warga Kutim terutama pegaai  harus bangga dengan Batik Wakaroros, karenaya setiap ada kegiatan di luar daerah dan bertepatan hari memakai baju batik, pegawai Pemkab Kutim  wajib memakai Batik Wakaroros selain itu menjadikan Batik Wakaroros sebagai salah satu cendra mata kepada tamu,” imbuhnya.(SK2)