Beranda ekonomi Ismu : Pengusaha Brunai Serius Berinvestasi di Kutim

Ismu : Pengusaha Brunai Serius Berinvestasi di Kutim

590
0
Bupati Ismunandar saat mendampingi rombongan dari Brunai Darussalam ketika bertandang ke Sultan Kutai di Tenggaronng.(Foto Humas Kutim)

SANGATTA (29/12-2019)

            Pengusaha Brunai Darussalam tampaknya benar-benar serius ingin berinvestasi di Kutim, tanda-tanda itu mereka perlihatkan dengan mengirim tim kedua untuk bertandang ke Kutim.

            Rombongan kedua yang  berjumlah 14 orang ini, sebelum ke Kutim, terang Bupati Ismunandarm sempat berkunjung ke Sultan Kutai Ing Martadipura di Tenggarong,.

Disebutkan, rombongan dipimpin Pangeran Yura Kesteria Pangeran Hj Muhammad Yusof, selaku Executive Chairman Brunei Darussalam BIMP-EAGA Business Council (BD-BEBC) didampingi Sekretarisnya Bagazale Bujang.

Kedatangan rombongan Kesultanan Brunei Darussalam ini disambut Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Adji Muhammad Arifin di Kedaton Kesutanan Kutai. Sekretaris Keraton Kesultanan Kutai Ing Martadipura Awang Yakup Lukman mewakili Sultan, ujar Bupati Ismu,  menyambut  senang kedatangan Kesultanan Brunai Darussalam. “Tidak salah jika Brunei Darussalam ingin investasi di Kutim. Karena Kutim bergairah dan potensial untuk pengembangan investasi,” kata Awang Yakup.

Kesultanan Kutai, kata Awang Yaukp,   bersedia menfasilitasi jika ada permasalahan lahan yang menghambat investasi. “Kesultanan juga mengapresiasi dan berterimakasih kepada Bupati Kutim H Ismunandar yang menaruh perhatian lebih pada kesultanan Kutai,” tutupnya.

Pangeran Yura Kesteria Pangeran Hj Muhammad Yusof, selaku Executive Chairman (BD-BEBC) kepada pihak kesultanan Kutai menjelaskan bahwa dua kali kunjungannya ini adalah memastikan investasi yang bisa dilakukan oleh BD-BRBC.

“Kesesuaian untuk investasi yang sepatutnya, terutama dari segi membangun muslim. Meningkatkan sosio ekonomi di Kaltim. Kami telah merangka strategi usaha, sesuai di  Kutim),” jelasnya.

Ia kerjasama bisa  mempererat hubungan kekerabatan kesultanan yang ada di tanah Borneo sejak dulu kala. Setelah silatirahim, kunjungan dilanjutkan ke Museum Mulawarman.(SK4)