Beranda kutim Jangan Bawa Benda Dilarang Dalam Pesawat, Pemeriksaan Berdampak Penerbangan

Jangan Bawa Benda Dilarang Dalam Pesawat, Pemeriksaan Berdampak Penerbangan

85
0
BERBAGI

SANGATTA (12/7-2018)

Mega Pujiastuti – Kasi Penyelamatan Penerbangan-Dinas Perhubungan Kutim, memberikan hadiah kepada Calon Haji Kutim yang beruntung.
Masalah keselamatan dan kenyamanan jamaah haji selama penerbangan dari tanah air ke Arab Saudi menjadi perhatian serius, sehingga pemerintah, kata Mega Pujiastuti – Kasi Penyelamatan Penerbangan-Dinas Perhubungan Kutim, memperhatikan serius.
Namun, ia menegaskan kelancaran penerbangan juga tidak terlepas peran jamaah haji terlebih untuk penerbangan internasional yang mengutamakan safety. “Aturan yang berlaku benar-benar diperhatikan jamaah seperti dilarang membawa benda berhaya seperti gas, atau benda cair yang melebihi ketentuan sebaiknya benar-benar ditaati karena apabila masih melanggar kemungkinan besar koper akan dibongkar sehingga berdampak terhadap keterlambatan pemberangkatan pesawat,” pesanya.
Dihadapan jamaah, ia juga menyampaikan penggunaan peralatan dalam pesawat termasuk peralatan dalam kamar kecil dan HP serta larangan merokok. “Tidak semua jamaah familiar dengan WC dalam pesawat, selain sempit umumnya menggunakan tombol yang berbahas Inggris karenanya jika ragu bisa bertanya ke awak kabin atau kepada jamaah yang sudah mengerti, jangan sungkan,” imbuhnya seraya menambahkan umumnya banyak menggunakan tisu.
Secara khusus, Mega mengingatkan tas tenteng yang bisa masuk kabin beratnya maksimal 7 Kg sedangkan koper besar maksimal 32 Kg sudah termasuk berat koper. Terkait benda cair seperti sabun cair, parfum tidak melebihi 100 ml dan dimasukan dalam plastik. Demikian dengan powerbank atau baterai ekternal telpon genggam kapasitasnya maksimal 100 wh atau 20000 mAH. “Diatas ukuran 160 wa tidak diperkenankan dibawa, ketimbang disita lebih baik bawa yang memenuhi standar demikian juga dengan air zam-zam tidak bisa dibawa baik dalam kabin maupun koper karena akan dipindai melalui x-ray, namun air zam-zam akan diberikan kepada jamaah ketika berada di tanah air,” ungkap wanita yang aktif di sektor penerbangan di Kutim ini.(ADV-KOMINFO)