Beranda hukum Jasad Eva Dimakamkan di Paser, Sebelumnya Diautopsi di Samarina

Jasad Eva Dimakamkan di Paser, Sebelumnya Diautopsi di Samarina

222
0

SANGATTA (5/2-2019)

                Kematian Eva Ningsih (37) dipastikan akibat penganiayaan yang dilakukan AT (28) namun untuk menguatkan dugaan, Polsek Muara Wahau mengirim jasad Eva ke RSU AW Syahrani Samarinda sebelum dibawa keluarganya ke Paser.

                Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan bersama Kapolsek Muara Wahau AKP Sukirno menerangkan, keterangan ahli yakni dokter merupakan kunci utama dari pengungkapan kematian Eva yang jasadnya ditemukan, Ahad (3/2) di areal perkebunan kelapa sawit PT DIN DSN.

                “Dengan autopsi  di RSU AW Syahrani Samarinda diketahui penyebab pasti tewasnya Eva, karena hasil autosi itulah yang akan menjadi dasar sangkaan kepada AT. Secara kasat mata dan berdasarkan pengakuan AT, Eva memang tewas akibat dicekik namun perlu keterangan dokter yang mengetahui pasti apakah cekikan AT itu benar-benar membuat Eva tewas,” terang Kapolres.

                Jasad Eva sendiri terang Kapolsek Muara Wahau AKP Sukirno, setelah dievakuasi ke Puskesmas Muara Wahau, langsung dirujuk ke RSU AW Syahrani Samarinda. Jasad warga Paser ini, sesuai permintaan keluarga akan dimakamkan di Paser – tanah kelahirannya. “Karena permintaan keluarga akan dimakamkan di Paser, karenanya segera dilakukan permintaan visum et refertum di RSU AW Syahrani Samarinda. Pengiriman jasad Eva ke Samarinda dikawal Kanit Reskrim Ipda Erwin Susanto, kemudian  Senin pagi mulai dilakukan autopsi,” terang AKP Sukirno.

                Seperti diberitakan, Eva yang memiliki tato di tangan kiri, Ahad (3/2) ditemukan tewas disebuah bekas galian eksapator. Namun, pembunuhan wanita berbadan kurus ini dilakukan AT dihadapan anak semata wayang mereka, Selasa (29/1).

                Eva berdasarkan pengakuan AT, jika mereka bertengkar selalu menyebut sudah bosan berumahtangga dengan AT dan minta cerai.  Peristiwa tragis yang terjadi dalam kebun sawit itu, bermula Eva enggan menerima telepon meski diminta AT agar diterima. (SK11)