Beranda ekonomi Johansyah : Pelabuhan Laut Beroperasi, Miliaran Rupiah Masuk Kutim

Johansyah : Pelabuhan Laut Beroperasi, Miliaran Rupiah Masuk Kutim

2121
0
Pelabuhan laut di Kenyamukan Sangatta Utara.

SANGATTA,Suara Kutim.com (23/1)

Johansyah Ibrahim
Johansyah Ibrahim
Kehadiran pelabuhan laut di Kenyamukan Sangatta Utara selain mendukun percepatan pengembangan Kota Sangattaa juga memberikaan manfaat dalam penerimaan daerah. Menurut Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Kutim, Johansyah Ibrahim, kehadiraan pelabuhan laut memberikan multi player efek kepada daerah sayang proses penyelesaiannya mengalami berbagai kendala.
Ditemui Suara Kutim.com belum lama ini pria yang masih aktif menulis pada sebuah media massa ini menyebutkan kehadiran pelabuhan laut milik pemerintah akan memberikan pendapatan langsung kepada daerah baik dari pelabuhan laut yang dibangun maupun dampak aktifitas kapal-kapal di sejumlah pelabuhan khusus seperti di Lubuk Tutung dan Marine Sangatta.
Berdasarkan data setiap pekan berlabuh puluhan kapal pengangkut batubara di Sangatta, dimana setiap kapal yang berlabuh ada pemasukan bagi daerah. “Paling tidak ada tiga puluh miliar rupiah dana yang selama ini bisa diterima daerah dari pelabuhan khusus milik KPC, karena pemkab belum punya pelabuhan laut sehingga penerimaan itu diterima pemerintah pusat melalui Kesyahbandaran,” terang Johansyah seraya menambahka dana yang bisa diterima yakni retribusi tambat kapal.
Diakui selain retribusi tambat yang bisa diterima daerah, kedepannya Pemkab bisa menerima retribusi tambat pada pelabuhan yang ada di Kenyamukan, kemudian retribusi masuk pelabuhan serta parkir. “Karena itu, percepatan pembangunan pelabuhan laut di Kenyamukan itu diharapkan segera diwujudkan agar memberikan nilai tambah bagi Kutim,” sebutnya.
Berdasarkan progres report yang ia dapatkan, pembangunan laut di Kenyamukan kini tinggal sisi daratnya sementara sisi laut sudah selesai bahkan bisa diuji coba kapal merapat. Namun, karena belum adanya areal untuk perkantoran lainnya diakui sulit dilakukan uji coba. Disebutkan, jika areal perkantoran sudah ada termasuk untuk keamanan dan lainnya secara otomatis pelabuhan bisa dioperasikan. “Coba lihat pada saat tertentu kapal-kapal pengangkut barang seperti semen mau tidak mau harus bongkar muat barang di laut dengan resiko tinggi, nanti jika bongkar muat bisa dilakukan pelabuhan tentu lebih aman, membuka lapangan kerja baru serta memberi dampak ekonomi langsung kepada masyarakat Kenyamukan yang selama ini hanya mencari ikan,” bebernya.(SK-03/SK-12)