Beranda foto Kasnah : Maksud Hati ke Susuk Ingin Belebaran Dengan Keluarga, Malah Berduka

Kasnah : Maksud Hati ke Susuk Ingin Belebaran Dengan Keluarga, Malah Berduka

2528
0
Kondisi Sungai Susuk Sandaran yang sempat pasang dampak naiknya permukaan laut akibat gempa bumi di Donggala.

SENIN (20/7) menjadi hari yang tidak bisa dilupakan Kasnah (24) warga Desa Pengadan Kecamatan Karangan. Kedatangannya ke Desa Susuk Dalam Kecamatan Sandaran, untuk berlebaran dengan sanak keluarga. “Kami tidak menyangka, lebaran tahun ini lebaran kami terakhir dan tragis,” kata Kasnah – istri Armasnyah (36) korban monster Sungai Susuk Dalam Sandaran.
Menurutnya, kabar hilangnya Armansyah saat mencari kerang membuat dirinya tak berdaya karena ia mengetahui persis keadaan Sungai Susuk Dalam yang banyak dihuni buaya muara. Kasnah memang mengenal seluk beluk Sungai Susuk Dalam, karena ia awalnya warga Susuk Dalam namun setelah menikah dengan Armansyah ia pindah ke Pengadan.

Sang Pemangsa Armasnyah ketika mulai dibedah perutnya oleh masyarakatb untuk mencari bagian kaki dan tangan almarhum.
Sang Pemangsa Armasnyah ketika mulai dibedah perutnya oleh masyarakatb untuk mencari bagian kaki dan tangan almarhum.

Selama membina mahligai rumah tangga, Armansyah dan Kasnah dikarunia 2 anak yakni Ahmat Sodik (8) dan Nurjuwita Erna (3). Melalui telepon, Kasnah menyebutkan ia sempat gelisah dalam beberapa hari sebelum peristiswa mengenaskan keluarganya. Namun, ketika sang suami menyampaikan akan mencari kerang, ia tak mampu mencegah bahkan hanya terdiam tak memberi jawaban.
Namun ketika teman-teman Armansyah sudah datang, Kasnah kaget suaminya tidak terlihat termasuk teman-temannya yang sama-sama mencari kerang. Kasnah menurut warga Susuk Dalam seperti tak percaya ketika mengetahui suaminya tidak bergabung dengan pencari kerang lainnya ke laut tetapi masuk ke dalam sungai. “Warga dan Kasnah kaget ketika mengetahui Armansyah bukan mencari kerang ke laut atau muara sungai tetapi kedalam sungai yang banyak dihuni buaya,” kata Camat Sandaran Tahir Pekang seraya menyebutkan saat sungai dangkal buaya banyak terlihat sedang berjemur.
Lewat sound system masjid, pencarian terhadap Armansyah dilakukan puluhan masyarakat. Usaha tidak sia-sia, namun sayang setelah melakukan pencarian hampir 10 jam, Armansyah ditemukan dalam keadan meninggal dunia dengan luak mengenaskan akibat digigit buaya. Kabar duka dan membuat Kasnah lunglai sampai ke Susuk Dalam.
Kabar tewasnya Armansyah ini disampaikan ke Polsekn Sangkulirang dan TNI-AL yang bertugas di Sandaran. Bersama masyarakat, aparat langsung memburu sang monster yang diduga sebagai pemangsa Armasnyah. “Tepat pukul dua, buaya yang diduga memangsa Armasnyah berhasil dilumpuhkan dan dua jam kemudian baru bisa dibawa ke Susuk Dalam,” terang Tahir.
Jasad Armansyah yang telah dibawa ke Susuk Dalam dibantu PT Sinergi dibawa ke Puskesmas Sangkulirang, setelah dilakukan visum et refertum dibawa ke Pengadan untuk dimakamkan. “Armansyah pria yang bertanggungjawab dengan keluarganya, ia warga yang ramah dengan siapapun,” aku Tahir.(SK-04/SK-06/SK-11)