Beranda hukum KB : Pemkab Kutim Akan Tuntaskan Masalah Sampah, Jika Dibiarkan Bahaya

KB : Pemkab Kutim Akan Tuntaskan Masalah Sampah, Jika Dibiarkan Bahaya

79
0
TPA Batota Sangatta Utara yang dinilai tak layak fungsi.

SANGATTA (6/8-2020)
Masalah sampah di Sangatta Utara dan Selatan, ternyata sudah diabaikan disisi lain ancaman bahaya sampah terus mengintai. Di tengah – tengah hiruk pikuk Kutim saat ini, terungkap banyak masalah dalam pengelolaan sampah di ibukota Pemkab Kutim ini.
“ TPA yang ada di kawasan Batota tepatnya jalur Sangatta-Bengalon sudah mulai kelebihan daya tampung. Tak hanya itu, permasalahan lainnya adalah tak maksimalnya operasional armada pengangkut sampah. Karena ada empat yang kondisinya dalam keadaan rusak, sehingga tinggal dua unit yang bisa digunakan,” jelas Sugiyo – Kabid Pengelolahan Sampah dan Limbah B3 DLH Kutim.
Masalah sampah di Sangatta ini, diakui Plt Bupati Kutim Kasmidi Bulang, menjadi perhatiannya karena jika dibiarkan masalahnya akan menimbulkan masalah baru seperti terganggunya kesehatan masyarakat.
Kasmidi menandaskan, masalah sampah di Sangatta tidak semata tanggungjawab pemerintah tetapi tanggungjawab masyarakat dan swasta, terlebih lahan Sangatta untuk menjadi TPA terbatas. “Tidak bisa dipungkiri sampah juga bagian dari karyawan yang juga merupakan masyarakat Sangatta. Karena turut memproduksi sampah. Kita bagi tugas, saya minta kejelasan dari PT KPC tentang lahan yang dijanjikan yang diminta Pemkab Kutim. Yakni, lahan eks tambang untuk dijadikan TPA, karena produksi sampah kita kurang lebih 70 ton per hari sehingga segera memerlukan solusi,” sebut pria yang akrab disapa dengan KB ini.
Terkait armada yang rusak, disebutkan Pemkab Kutim akan menghitung ulang anggaran untuk pengadaan armada pengangkut sampah yang akan diusulkan pada APBD Perubahan. Sebab, terbatasnya armada pengangkut sampah ke TPA membuat siklus pengangkutan sampah terlambat.
“Ancaman menumpuknya sampah di depan mata sudah, sampah seharu saja tidak diangkut akan menyebabkan masalah baru seperti kesehatan masyarakat yang lambat laun akan berdampak terhadap masalah sosial lainnya,” beber Kasmidi.(SK3/SK5)