Beranda ekonomi Keberadaan Mobile Lab PCR COVID-19, Maksimalkan Penanganan COVID-19 di Kutim

Keberadaan Mobile Lab PCR COVID-19, Maksimalkan Penanganan COVID-19 di Kutim

346
0
Mobil Lab PCR COVID-19 yang berstatus pinjam-pakai dari Pemprov Kaltim kepada Dinkes Kutim, dinilai efektif dalam memaksimalkan penanganan kasus COVID-19 di Kutim

SANGATTA (25/11/2020)

Beroperasi sejak, Senin (23/11/2020), kehadiran mobil laboratorium PCR COVID-19 yang dipinjamkan pemerintah Provinsi Kaltim kepada Dinas Kesehataran Kutai Timur (Kutim) sangat dirasakan manfaatnya, terutama dalam upaya penanganan kasus penularan COVID-19 di wilayah Kutim. Hingga hari ketiga pengoperasian mobil lab ini, sudah melakukan pemeriksaan sampel tes swab lebih dari 500 sampel.

Kadinkes Kutim, Bahrani Hasanal

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dokter Bahrani Hasanal mengakui jika keberadaan bantuan mobil lab PCR COVID-19 yang dipinjamkan Pemprov Kaltim tersebut sangat membantu tugas Dinkes Kutim dan Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kutim dalam melakukan penelusuran kontak erat dan mengungkap kasus penularan COVID-19 di wilayah Kutim.

“Melalui mobil PCR COVID-19 yang merupakan bantuan dari Gubernur Kaltim Isran Noor, melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, dipinjamkan kepada Dinkes Kutim untuk mendeteksi penularan COVID-19 di masyarakat Kutim dengan kriteria kontak erat, suspek dan probable. Jadi kita (Kutim, red) mendapatkan jatah seribu sampel swab yang bisa diperiksa di mobil lab tersebut,” ucap Bahrani saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (25/11/2020).

Dalam proses pemeriksaan sampel swab, Bahrani menambahkan, jika per harinya mobil lab PCR COVID-19 ini bisa memeriksa lebih dari 150 sampel tes swab. Bahkan hingga hari ketiga pengoperasionalan mobil lab tersebut, sudah lebih dari 500 sampel tes swab PCR COVID-19 warga Sangatta yang diperiksa melalui laboratorium mini yang berada di dalam mini bus tersebut. Bahkan tidak menunggu waktu lama, hasil swab bisa diketahui hanya dalam waktu 12 jam hingga 24 jam ke depan, usai pengambilan sampel swab. Dengan melihat banyaknya jumlah sampel yang bisa diperiksa, Bahrani memperkirakan jatah pemeriksaan seribu sampel tes swab tersebut bisa selesai hanya dalam sepekan.

“Klo dimaksimalkan, dalam sehari mobil lab PCR COVID-19 ini bisa melakukan pemeriksaan lebih 150 sampel tes swab COVID-19. Selama dua hari beroperasi, sudah lebih dari 400 sampel tes swab PCR yang diperiksa melalui laboratorium mobil ini. Sementara dengan hari ini (kemarin, red), sepertinya sudah lebih total sudah lebih dari 500 sampel tes swab yang diperiksa. Sedangkan hasilnya bisa diketahui hanya dalam waktu 24 jam ke depan usai melakukan pengambilan tes swab. Kondisi ini tentu sangat berbeda jika sampel tes swab harus kita kirim ke provinsi, karena hasilnya (tes swab, red) baru bisa diketahui hingga empat hari. Jika melihat cepatnya proses pemeriksaan sampel tes swab, maka bisa saja dalam waktu sepekan ini jatah seribu sampel PCR yang disiapkan Pemprov Kaltim sudah terpenuhi,” jelasnya.

Ditambahkan, meski hanya merupakan laboratorium mini yang ada di dalam mobil atau mini bus, namun peralatan lab PCR COVID-19 di dalam mobil Lab PCR ini sangat canggih dan hasilnya pun dinilai akurat. Dengan adanya mobil lab PCR COVID-19 di Kutim, Bahrani bisa mempercepat proses pelacakan terhadap warga Kutim dan Sangatta pada khususnya yang terinveksi COVID-19. Bahkan bisa saja dalam beberapa hari ke depan jumlah terkonfirmasi positif COVID-19 di Kutim akan meningkat pesat, seiring lajunya proses pemeriksaan dan tracking kontak erat. Namun tentu saja dengan semakin cepatnya pengungkapan kasus terkonfirmasi COVID-19 di Kutim, maka penanganan terhadap warga yang terinveksi COVID-19 juga bisa dengan cepat tertangani secara protokol kesehatan, baik itu warga yang kriterianya suspek, probable, dan juga orang tanpa gejala (OTG).

“Jika melihat cepatnya hasil pemeriksaan PCR COVID-19 melalui mobil laboratorium ini, bisa saja dalam beberapa hari ke depan angka kasus terkonfirmasi COVID-19 di Kutim kembali meningkat tajam. Namun hal ini (peningkatan kasus, red) wajar saja dan bahkan memudahkan pemerintah Kutim dan Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Kutim dalam mengambil langkah-langkah penanganan kepada warga maupun pasien terkonfirmasi positif COVID-19, agar segera ditangani secara protokol kesehatan. Baik itu terhadap pasien yang suspek, probable, hingga Orang Tanpa Gejala,” ucap Bahrani.(Red)