Beranda olahraga Kecewa Kepemimpinan Wasit, Tim Karate Kutim Tinggal Arena Pertandingan

Kecewa Kepemimpinan Wasit, Tim Karate Kutim Tinggal Arena Pertandingan

102
0
Suasana pertandingan di Cabor Karate yang digelar di GSG Pemkab Kutim.(Foto Humas Setkab Kutim)

SANGATTA (4/12-2018)
Atlit Karate Kutai Timur (Kutim) melakukanb walk out dari arena pertandingan, Selasa (4/12) karena protes yang dilayangkan terhadap wasit tak digubris. Akibat, tim karate Kutim dikeluarkan dari pertandingan.
Protes Ismaun sebagai pelatih sudah dilakukan beberapa kali, namun tak membuahkan hasil. Ia melihat, ada ketidakjujuran wasit dalam pertandingan karate yang digelar di Gedung Serba Guna Pemkab Kutim. “Saya juga wasit nasional, saya tahu persis itu ada indikasi tidak objektif. Tapi setelah saya protes akhirnya mulai baik,” katanya.
Namun ia kembali berang, ketika wasit kembali merugikan timnya ketika melawan Samarinda. Puncaknya dia melompat pagar arena pertandingan untuk menghampiri wasit dan memprotes keras, dan saat kembali sempat menendang salah satu box.
Terkait sikap Ismuan, Sekretaris Dewan Wasit PB FORKI Robert Wendur menyayangkan. Ia menandaskan, jika Ismaun mau kembali dan meminta maaf, dewan wasit masih akan memberi kesempatan kepada tim karate Kutim untuk melanjutkan pertandingan. “Sudah diberikan waktu 30 menit untuk meminta maaf, tapi jika memang tidak ada permintaan maaf kepada wasit maka kami berikan hukuman shikaku atau didiskualifikasi,” terangnya seraya membantah wasit memihak tim tertentu.
Menurut Robert Wendur, kalau ada yang terbukti dengan sengaja keberpihakan wasit, tentu wasit yang memimpin pertandingan mendapat sanksi.
Pada Cabor Kareta, tim Samarinda menjadi juara umum dengan raihan 5 emas, 8 perak perak serta 3 perunggu, disusul Balikpapan dan Kutai Barat masing-masing sebagai juara kedua dan ketiga. (SK2/SK3)