Beranda kutim Keganasan Likuifaksi di Petobo: 4 Unit SD Ditelan Bumi, 1 Unit...

Keganasan Likuifaksi di Petobo: 4 Unit SD Ditelan Bumi, 1 Unit Rusak Berat

83
0
Ruang kelas dan MCK sementara sedang dibuat donator agar anak-anak di Petobo bisa sekolah.

KAMI INGIN SEKOLAH kalimat itulah yang dikeluarkan Fadil (10), Sapri (10) dan Halimah (9) anak-anak korban likuifaksi (pencairan tanah,red) yang terjadi Jumat (28/9) lalu. Kerinduan anak-anak korban keganasan alam ini, beralasan karena mereka sudah mulau jenuh dengan kehidupan di pengusian.
Fadil misalnya mengaku selama di pemukiman, ia kebanyakan hanya bermain dengan teman-temannya sebayanya. Demikian dengan Sapri dan Halimah, namun mereka tak bisa berbuat apa kecuali pasrah karena sekolah mereka luluh lantah dihantam gempa bumi dan likuafaksi.
Jika sejumlah sekolah di dalam Kota Palu sudah aktif belajar dan mengajar, namun beda dengan anak-anak di Petobo Palu Selatan. Marlina – seorang guru di Petobo mengaku guru – guru di Petobo yang selamat siap melaksanakan tugasnya namun ketiadaan tempat belajar.
“Di pengungsian ini hanya ada dua tenda, salah satunya tenda dari Kemendiknas namun untuk kegiatan belajar belum bisa maksimal karena tempatnya cepat panas, karenanya kegiatan belajar dilakukan hingga pukul sepuluh,” terang guru SDN 1 Petobo.

Kondisi Kelurahan Petobo Kecamatan Palu Selatan – Sulteng setelah dihajar gempa bumi dan likuifaksi, Jumat (28/9) lalu.

Marlina menyebutkan di Kelurahan Petobo terdapat 5 SD yakni SD Inpres, SD Negeri 1 dan 2, SD Islam Iqra, serta SD Al-Akbar. “Sekolah yang ada di Petobo ini lenyap bersama data sekolah, guru dan murid, sedangkan sekolah yang masih utuh namun mengalami retak-retak hanya SD Inpres” ungkap Marlina yang mengaku sudah jenuh tidak beraktifitas apapun.
Data BPBD Sulteng, akibat gempa bumi, tsunami dan likuifaksi, ada 186 pelajar yang terganggu pendidikannya. Data lain menyebutkan ada 1.141 sekolah terkena dampak gempa bumi. Catatan BPBD Sulteng di Donggala ada 494 sekolah, Kota Palu 328 sekolah, Sigi 228 sekolah, dan Parigi Moutong 91 sekolah.
Kemudian ruang kelas yang rusak berat sebanyak 1.150 unit, sedang 1.993 unit, dan ringan 2.594 unit. Sementara siswa yang dinyatakan meninggal dunia sebanyak 64 orang, 115 orang hilang, 6 orang luka berat, 103 dirawat inap, dan 46.730 orang mengungsi, siswa yang orang tuanya meninggal 835 orang.
Sedangkan guru yang wafat sebanyak 23 orang, 18 orang hilang, 34 orang luka berat, 211 dirawat, 3.55 orang mengusi dan 131 tempat tinggalnya hancur. (SK11)