Beranda hukum Kemana Dana Rp190 M Dialirkan

Kemana Dana Rp190 M Dialirkan

292
0
Suasana pertemuan Tim Evaluasi Pencegahan Korupsi KPK dengan Pemkab Kutim beberapa waktu lalu sebelum terjadi OTT.

SANGATTA (20/10-2020)

                Persidangan kasus Tindak Pidana Korupsi (TPK) yang melibatkan  5 pejabat Pemkab Kutim yakni Bupati Kutim Ism, Ketua DPRD EUF, Kepala Dinas PU AET, Kepala BPKAD – Sur dan Mus – Kepala Bappenda, kedepan menarik.

                Pasalnya dalam persidangan awal dengan terdakwa AMY dan Da, terungkap APBD Kutim tahun 2020 yang “dibajak” bahkan bebas dari pemotongan akibat Covid 19 sebesar Rp250 M. Dalam keterangannya dihadapan majelis hakim, Panji Asmara mengakui sempat bersama Mus – Kepala Bappenda Kutim, melapor ke Bupati Ism ada dana Rp250 M yang bisa “dimanfaatkan” sebagai sumber dana operasional Ism mengikuti Pilkada. “Sesuai arahan Bupati, dana sebesar Rp250 M  dialokasikan ke Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, BPKAD, Bagian Perlengkapan sedangkan programnya dibuat di Bappeda,” beber Mus.

                Pengakuan Mus dan Panji Asmara, menjadi menarik karena dari kasus yang berhasil diungkap KPK melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Kamis (2/7) lalu hanya terkait dengan kasus penyuapan yang melibatkan AMY dan DA dimana keduanya mengelola proyek senilai Rp60 M.

                Dalam dakwaan  JPU KPK, AMY kebagian mengelola proyek di Dinas PU sebesar Rp15 M sementara DA yang mendapat 421 paket di Dinas Pendidikan. “Saat ini  menjadi pertanyaan kemana Rp190 M karena dana Rp190 M ini merupakan bagian anggaran yang tidak boleh diganggu atau dipotong sesuai instruksi Ism ke Sekda Irawansyah dan Kepala Bappeda Edward Azran,” sebut Surya – mantan kontraktor Pemkab Kutim.

                Tak heran, Surya memperkirakan ketika Ism, EUF, AET, Sur dan Mus menjadi terdakwa akan terungkap kemana saja dana Rp190 M yang kabarnya pembagiannya dilakukan Mus. “Tunggu saja, aliran dana sebesar Rp190 M yang bisa membangun 6 unit Puskesmas akan terungkap, kalau sidang dengan terdakwa AMY dan DA  masih permukaannya saja,” beber Surya yang mengaku mengikuti persidangan KPK melalui pemberitaan media massa diantaranya Suara Kutim.com.(SK3/SK6)