Beranda kesehatan Klinik SOS KPC Wakili Kaltim

Klinik SOS KPC Wakili Kaltim

86
0
Kawasan Swarga Bara yang melarang semua pengunjungnya merokok terlebih karyawan KPC dan kontraktornya.

SANGATTA (11/9-2019)

               Pelayanan kesehatan yang digelar PT Kaltim Prima Coal (KPC) melalui International SOS menjadi perhatian                  tim penilai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pratama Nasional Tahun 2019.

                Klinik yang berada di Swarga Bara Sangatta Utara ini terpilih sebagai wakil Kaltim dilomba di bidang kesehatan ini. International SOS sebagai operator Klinik KPC,  dalam lomba yang dinilai dari berbagai sudut, Klinik KPC mengedepankan Program Preventif, Promotif dan Kuratif (P2K).

Klinik SOS Internasional di Swarga Bara (Foto Ist)

Kepada  tim penilai yang terdiri  Direktorat Akreditasi dan Mutu Kesehatan Dirjen Kesehatan, GM-HR PT KPC Khudori  menjelaskan kesehatan karyawan menjadi perhatian serius KPC karena selalu dilakukan  pemeriksaan rutin agar kesehatan karyawan terjamin. “Salah satu program yang menjadi unggulan adalah program wellness yang mengedepankan lima pilar yaitu mental yang sehat, gerak fisik, tidak merokok, pola makan atu diet seimbang serta istirahat yang cukup dan berkualitas,” terangnya.

Dalam pertemuan yang digelar, Selasa (10/9) kemarin, sejumlah pihak hadir diantaranya Sekda Irawansyah, Kadis Kesehatan Kutim Bahrani Hasanal dan Dinas Kesehatan Kaltim.  “Klinik Pratama  merupakan klinik yang menjadi andalan bukan hanya di Kutai Timur, namun Provinsi Kaltim. Klinik pratama  memiliki fasilitas dan program pelayanan  maksimal, sesuai fungsinya yang menginginkan seluruh karyawan tetap sehat dan produktif,” sebut Sekda Irawansyah seraya menambahkan sejumlah fasilitas yang ada pada klinik yang berada di bawah naungan PT KPC ini.
                Irawan menambahkan, PT KPC selalu memperhatikan kesehatan karyawan dan keluarganya, tujuannya agar karyawan tetap prima sehingga berdampak langsung terhadap kinerja perusahaan yang dikenal dunia. “Dalam aturan merokok, KPC menerapkan peraturan ketat sehingga karyawan tidak bisa bebas merokok dalam lingkungan KPC termasuk di kawasan Tanjung Bara yang sejuk dan penuh pepohonan ini,” ungkapnya.(SK4)