Beranda ekonomi KPC Kembali Raih Penghargaan Bank Indonesia

KPC Kembali Raih Penghargaan Bank Indonesia

98
0

SANGATTA (1/12-2018)
PT Kaltim Prima Coal (KPC) kembali meraih penghargaan Bank Indonesia sebagai perusahaan penyumbang devisa ekspor terbaik tahun 2018. Penghargaan yang diserahkan Gubernur BI Perry Warjiyo kepada Chief Finance Officer (CFO) KPC Ashok Mitra, pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, Selasa (27/11), merupakan yang kedua kalinya setelah pada tahun 2017 lalu meraih penghargaan yang sama.
Dalam acara tahunan Bank Indonesia yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Jokowi hadir bersama sejumlah menteri Kabinet Kerja antara lain Mensesneg Pratikno, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Menteri BUMN Rini Sumarno, Gubernur BI Perry Warjiyo dan sejumlah pejabat lainya, membuat keluarga besar KPC bangga.
“Penghargaan tersebut diberikan atas kinerja KPC yang telah memastikan semua devisa hasil ekspor batubara, diterima di bank devisa dalam negeri dan dilaporkan sesuai dengan peraturan Bank Indonesia,” kata Chief Executive Officer (CEO) KPC Saptari Hoedaya.
Saptari Hoedaya menyampaikan ungkapan terima kasih atas penghargaan dari Gubernur BI tersebut. Penghargaan itu menurut Saptari, sebagai bukti bahwa KPC berkomitmen terus patuh pada semua peraturan di Indonesia.
“Komitmen kami adalah terus patuh pada semua peraturan yang ada dan sesuai dengan semangat pelaksanaan good corporate govenance (tata kelola usaha yang baik). Dan lebih penting lagi, semoga dengan masuknya devisa ekspor ke dalam negeri dapat memberikan sumbangsih terhadap penguatan perekonomian Negara.”ujar Saptari.
Pencapaian KPC ini tidak terlepas dari performa ekpor batubara yang tinggi. Karena itu, Saptari mengharapkan dukungan pemerintah dan masyarakat agar operasional perusahaan berjalan lancar. “Semua yang kita capai ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah dan masyarakat. Karena itu saya mengucapkan terima kasih dan mengharapkan dukungan untuk operasi yang lebih baik lagi,” kata Ari, sapaan akrab Saptari Hoedaya.
Dalam acara yang bertemakan Sinergi Untuk Ketahanan dan Pertumbuhan itu, Presiden RI Joko Widodo mengapresiasi kinerja BI yang mulai berhasil menstabilkan nilai tukar rupiah. “Saya tau, ditengah gejolak yang ada ini, BI terus menjaga rupiah. Kita sadari betapa beratnya pertempuran dari waktu ke waktu,” kata Jokowi.
“Saya tau, kata Presiden Jowoki, BI menaikan suku bunga guna menstabilkan rupiah terhadap US dollar yang tiad lain sebuah kebijakan yang berani dalam situasi ketidakpastian saat ini. “Alhamdulillah, kita lihat pasar menyambut dengan positif. Alhamdulillah dalam dua minggu terakhir ini, rupiah sudah mulai menguat,” kata Presiden.(SK11)