Beranda kutim KPC Terima Penghargaan Gold Asia SR Rating di Lampung

KPC Terima Penghargaan Gold Asia SR Rating di Lampung

567
0
GM SBD Rahmad Desmi Fajar (dua dari kanan) menerima penghargaan gold SR Asia Rating, Sabtu (8/12) di Bandar Lampung.

SANGATTA (11/12-2018)

PT KPC, Sabtu (8/12) lalu di Bandar Lampung,  meraih   Gold Asia SR Rating 2018 National Center for Sustainability Reporting (NCSR), penghargaan yang diberikan bersamaan dengan   Konferensi Praktisi Keberlanjutan  ini  tentu saja menambah koleksi penghargaan yang diterima KPC.

Dalam konferensi  yang digelar Institute of Certified Sustainability Practitioner atau  Ikatan Praktisi Keberlanjutan Bersertifikat (IPKB)  yang  diikuti  200 peserta dari dalam dan luar negeri ini, PT KPC menerima Trophy Asia Sustainability Reporting Rating 2018 dengan predikat Gold.

Penghargaan yang diterima  Rahmad Desmi Fajar – GM Strategic Business Development (SBD), diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada  perusahaan  yang telah berhasil mengkomunikasikan kinerja keberlanjutan kepada pemangku kepentingan melalui laporan keberlanjutan.

“Laporan keberlanjutan, kita dapat menilai sampai seberapa jauh perusahaan telah berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” kata  Ali Darwin – Ketua NCSR.

Penghargaan yang diberikan NCSR awalnya penghargaan Sustainability Reporting Award, kata  Eko Ganis – Ketua IPKB, namun mulai tahun 2018  tim melakukan perubahan dari award  menjadi rating.

Perubahan penghargaan dengan pemeringkatan, timpal Ali Darwin,  karena  yang dinilai  bukan saja dari Indonesia  tetapi juga dari se  Asia, sehingga brand name yang dipakai adalah “Asia Sustainability Reporting Rating”, disingkat menjadi Asia SR Rating.

Ia mengungkapkan,   sistem pemeringkatan laporan keberlanjutan yang pertama di Asia  dari Indonesia sebanyak 38 perusahaan, Bangladesh 2 perusahaan, Malaysia 7 perusahaan, Singapura 4 perusahaan, dan Filipina 5 perusahaan.

Yang menarik lagi, KPC melalui  Zulfatun Mahmudah, didaulat  mempresentasikan penelitiannya yang berjudul “Mine doesn’t Solely belong to Men: Gender Mainstreaming in the Mining Industry” pada sesiAcademia Talks. Penelitian yang  mengungkapkan peran wanita di dalam industri pertambangan serta kebijakan kebijakan di KPC yang mendukung kesetaraan gender.(SK11)