Beranda ekonomi Kuliner Kutai Juara Dua di Festival Potluck Gastronomi

Kuliner Kutai Juara Dua di Festival Potluck Gastronomi

1865
0
Tim Juri Festival Potluck Gastronomi saat mengamati kuliner yang disajikan Tim Kuliner Kaltim dari Kesultanan Kutai Kartanegara.(Foto Ist)

SANGATTA (16/10-2019)

                Cita rasa kuliner khas Kaltim, tak kalah dengan kuliner daerah lain. Terbukti pada saat digelar Festival Potluck Gastronomi Tahun 2019  di Jakarta,  tim kuliner Kaltim diwakili tim Kuliner Kerabat Kesultanan Kutai  meraih Juara II pada  kategori rasa.

                Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Sri Wahyuni menerangkan Gastronesia Mini Potluck Festival digelar untuk mempopulerkan kuliner Indonesia. Dijelaskan,  Gastronesia Mini Potluck Festival merupakan kegiatan yang memperkenalkan kuliner khas daerah yang ada di Indonesia. “Festival Festival Potluck Gastronomi Tahun 2019  merupakan yang kedua kalinya digelar, tahun ini yang diundang yakni Sulsel,Riau, Baten, DI Jogjakarta, dan Jawa Timur,” terang mantan Kadis Pariwisata Kukar ini.

                Diungkapkannya, makanan tidak bisa terpisah dari kehidupan masyarakat Indonoesa. Karena makanan telah menjadi  sebagai bagian daripada wisata. Untuk menjadikan makanan bagian dari tujuan wisata,  maka dia harus dikemas dengan baik bersama dengan destinasinya dengan event-nya, dan  atraksinya. “Kalau itu dikemas dengan baik maka ini akan menyatu, maka nilai jual dari wisata kuliner kita juga akan meningkat seperti dilakukan sejumlah negara seperti Thailand, Korea dan Malaysia,” bebernya.

                Sri mengaku masakan khas Kutai yang diolah kerabat Kesultanan Kutai telah diakui banyak pihak, sehingga ia berharap potensi kuliner khas Kutai ini menjadi salah satu tujuan wisatawan datang ke Kaltim.

Gastronesia Mini Potluck Festival menampilkan beragam kuliner khas dari berbagai daerah di Indonesia, tahun lalu pesertanya  Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Nusa Tenggara Timur. “Semua bahan untuk festival ditanggung panitia,” terang Sri.(SK8)