Beranda hukum Mahyunadi : Belum Semua Agenda Kerja Diselesaikan, Maafkan Kami

Mahyunadi : Belum Semua Agenda Kerja Diselesaikan, Maafkan Kami

353
0
Mahyunadi saat memimpin raoat paripurna istimewa DPRD Kutim bersama wakil ketua lainnya, ini merupakan rapat terakhir yang ia pimpin.(Foto Bagian Humas Sekretariad DPRD Kutim)

SANGATTA (14/8-2019)

                Ketua DPRD Kutim Periode 2014-2019 menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat Kutim, karena belum semua program atau janji politik mereka sebagai wakil rakyat hasil Pemilu 2014 tercapai.

Mahyunadi ketika menerima palu sidang pada tahun 2014 lalu, kini setelah 5 tahun, benda bersejarah bagi DPRD Kutim ini ia serahkan kepada Uce Prasetyo dan Sayid Anjas sebagai pimpinan sementara DPRD Kutim hasil Pemilu 2019.

                Saat membuka rapat paripurna istimewa DPRD Kutim dengan agenda pengucapan sumpah dan janji anggota DPRD Kutim Perioder 2019-2024, politikus Partai Golkar ini mengungkapkan telah berupaua optimal untuk berbuat terbaik  dan memberikan andil dalam pembangunan Kutim. “Masih banyak kendala yang dihadapi seperti dalam melakukan pembahasan sejumlah Raperda sehingga belum dirampungkan hingga berakhirnya masa bakti kami,” kata Mahyunadi yang tak lama lagi akan menjadi anggota DPRD Kaltim di Samarinda.

                Mahyunadi mengakui dinamika kehidupan yang beragam, semangat dan tekad masyarakat Kutim untuk maju, menjadi pemicu pembangunan Kutim. Namun, ia menandaskan sesuai mandat otonomi daerah dalam menjalankan pemerintahan harus berpegangan pada sendi-sendi kebangsaan dan semangat cinta NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Kutim terutama kepada Bupati dan Wakil Bupati serta jajaran Forkopimda, semua pihak yang telah memberi dukungan sehingga tugas DPRD bisa terlaksana,” ujar Mahyunadi.

                Mahyunadi yang sudah lama berada di DPRD Kutim, menaruh harapan anggota DPRD Kutim hasil Pemilu 2019, bisa bekerja dengan sepenuh hati, menciptakan hubungan baik antara eksekutif dengan legeslatif terutama kepada masyarakat yang telah memilih dan memberi amanah.

                Menurutnya komunikasi, merupakan kunci utama menggapai kesukseskan melaksanakan amanah rakyat. Kutim, menurut Mahyunadi kini sedang dalam pembangunan karenanya memerlukan kerjasama dengan semua pihak. (SK11)