Beranda kutim haji Makkah Makin Padat, Pengoperasian Bus Shalawat Terus Ditambah

Makkah Makin Padat, Pengoperasian Bus Shalawat Terus Ditambah

137
0
Suasana jamaah haji di Masjidil Haram Makkah usai shalat Isya

SANGATTA (23/7-2019)

                Seiring mulai masuknya jamaah haji gelombang dua dari Indonesia, kepadatan di Makkah terutama sekitar Masjidil Haram mulai terasa. Sejumlah mukimin di kota suci ini menyebutkan, banyaknya jamaah yang datang terlihat dari jumlah warga yang datang pada shalat subuh dan isya.

                Data Kementrian Agama, jamaah haji Indonesia yang datang di Makkah sudah lebih 40 ribu orang, jumlah tersebut terus meningkat setelah gelombang dua datang. Sementara gelombang pertama yang sebelumnya bermalam di Madinah, juga sudah datang lebih awal. “Antrian bus shalawat di terminal pun kerap terjadi, utamanya setelah selesai jemaah Isya dan Subuh,” terang Kadaker Makkah Subhan Cholid.

                Melihat mulai padatnya jamaah yang pulang dari Masjidil Haram terutama usai shalat subuh dan Isya, ia mengimbau jamaah tidak bergegas pulang  bersamaan usai salat tetapi mengulur waktu sekitar 1 jam dan  memanfaatkannya untuk beribadah di Masjidil Haram sehingga jemaah tidak menumpuk di terminal.

                Bersamaan meningkatnya jumlah jamaah Haji Indonesia yang datang, Kadaker Makkah mengerahkan lebih 100 unit dari 419 unit yang dikontrak. Jumlah bus yang dioperasikan, sebut Subhan,  terus ditambah  sesuai proporsi jumlah jamaah yang datang.

Bus shalawat  yang dioperasikan, melayani  selama 24 jam sehingga jemaah tidak perlu khawatir tidak mendapat layanan, sedangkan rute bus yang ditetapkan   56 halte dekat dengan hotel jemaah, serta tiga terminal di sekitar Masjidil Haram yaitu  Terminal Bus Jiad, Syib Amir, dan Bab Ali. “Beberapa hari menjelang dan setelah wukuf, bus shalawat tidak beroperasi karenanya jamaah diimbau tidak melakukan shalat di Masjidil Haram karena tidak ada angkutan selain itu tarif taksi mahal,” imbuhnya.(SK12)