Beranda foto Membantu Keluarga, Setiap Hari Didi Cari Kayu Bakar di Mahakam

Membantu Keluarga, Setiap Hari Didi Cari Kayu Bakar di Mahakam

1280
0

PRIBADI Ardiansyah Sulaiman (51) sejak kecil memang sederhana, ini tiada lain karena ia dibesarkan dalam lingkungan keluarga sederhana. Pria yang akrab disapa Didi ini, semasa kecil ikut peduli dengan keadaan keluarganya.
Setelah pindah dari Muara Wahau ke Tenggarong mengikuti sang ayah bertugas di SD 005 Teladan Tenggarong, Didi semakin meningkatkan pendidikannya. Bahkan dikalangan anak-anak Keluarhan Sukarame, ia tergolong anak cerdas di kampungya ini tiada lain karena ketekunannya belajar.
Sebagai anak yang sudah besar, Didi bersama anak sebanya hampir setiap hari mencari limbah kayu di Sungai Mahakam. Tak heran, ia pandai berenang maklum setiap limbah kayu yang diambil dalam jumlah banyak kemudian dijemur di depan rumahnya yang sudah miring. “Sepulang sekolah ia selalu mencari kayu yang orang Kutai menyebutnya Kampar, semua limbah kayu itu diikat di air kemudian dijemur untuk kayu bakar. Rata-rata warga Sukarame kala itu menggunakan limbah kayu sebagai bahan bakar termasuk keluarga Didi yang rumahnya memang berada di tepi Sungai Mahakam,” cerita Ida – teman sekampung Didi.
Kepada Suara Kutim.com, Ida menyebutkan sekarang tidak ada lagi tempat tinggal Didi semasa kecil, namun sejumlah warga Sukarame mengunkapkan kediaman orang nomor satu di Pemkab Kutim berukuran kecil dan tidak kamar kecuali skat dapur yang langsung berhadapan ke sungai. Menurut mereka, rumah Guru Sulaiman – begitu warga Sukarame menyebut ayah dari empat anak ini, karena berada di tepi Sungai Mahakam posisinya sudah miring karenanya jika diterpa gelombang kapal motor pasti bergoyang.
Ketika Didi menjadi Wakil Bupati Kutim bahkan diangkat sebagai Bupati Kutai Timur,mereka mengaku bangga. “Kami tidak mengira dari rumah sederhana dan tua itu, telah membentuk karakter pemuda yang handal dan menjadi bupati,” kata Navi – tetangga Didi di Sukarame.(SK-03/SK-07/SK-011)