Beranda ekonomi Menyusutnya Sumber Baku Diluar Kemampuan PDAM, Cari Sumber Baru Terkendala Dana

Menyusutnya Sumber Baku Diluar Kemampuan PDAM, Cari Sumber Baru Terkendala Dana

784
0
IPA KABO salah satu milik PDAM Tirta Benua.

SANGATTA,Suara Kutim.com (19/8)

Direktur PDAM Aji Mirni Mawarni
Direktur PDAM Aji Mirni Mawarni
Sebagai satu-satunya perusahaan yang memproduksi air bersih bagi masyarakat Sangatta Utara, PDAM ditegaskan Diretur PDAM Aji Mirni Wawarni berjuang untuk meningkatkan pelayanan termasuk mencari sumber air baku sehingga tidak tersendat-sendat dalam penditsribusian.
Kendala-kendala yang timbul, kata wanita yang biasa disapa Mawar ini tiada lain karena anggaran yang diterima PDAM Tirta Buana masih minim bahkan jauh dari harapan. Kepada wartawan, Rabu (19/8) siang ia menyebutkan selama ini PDAM terbebani dengan harga BBM yang terus naik sementara harga jual masih jauh. “Selama ini PDAM Tirta Buana mendapat subsidi Pemkab Kutim itupun masih terbatas, kalau subsidi itu dialihkan untuk lainnya seperti pengadaan jaringan baru serta memperluas IPA akan berdampak dengan produksi yang ada,” beber Mawar.
Diakui selama ini, PDAM terutama IPA Kabo mengandalkan Sungai Sangatta sehingga memerlukan perawatan tinggi baik disaat hujan atau kemarau. Ia mengakui, menurunnya debit air sungai berpengaruh langsung kepada produksi air bersih sehingga berdampak langsung kepada pendistribusian air ke pelanggan. “Kalau dipaksakan air yang mengalir akan kecil sekali, karenanya sejak awal telah disampaikan pemberitahuan kepada masyarakat terutama pelanggan untuk pintar-pinta dalam menggunakan air,” imbuhnya menanggapi keluhana Sekretaris DPD KNPI Kutim Bakri Hadi yang berencana akan mendemo PDAM akibat air mengalir tidak lancar.
Terhadap permintaan agar PDAM tidak mengenakan denda kepada pelanggan yang terlambat membayar, ia menegaskan tidak bisa dilakukan karena sudah kesepakatan antara PDAM dengan calon pelanggan sebelum kontrak langganan dilakukan. “Soal minimnya air baku yang diterima PDAM merupakan di luar kemampuan PDAM, meski demikian kami dari PDAM selalu berkoordinasi dengan Dinas PU untuk mendapatkan pembangunan jaringan baru mencari sumber air baku sehingga suplai air tidak terganggu,” beber Mawarni seraya menjelaskan pembangunan jaringan dan IPA merupakan kewenangan Dinas PU sementara PDAM hanya operator.
Sebelumnya, akibat tidak lancarnya distribusi air bersih ke rumah-rumah pelanggan di Sangatta dalam beberapa pekan terakhir membuat Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutim sewot dan mengancam menggelar aksi demo ke PDAM Tirta Benua. “PDAM akan kami demo jika tidak maksimalkan pelayanan,” kata Sekretaris KNPI Kutim Bakri Hadi belum lama ini.(SK-04/SK-12)