Beranda foto Monster Susuk Dalam Ditembak 4 Kali Dikepala Dengan AK47, Saat Dibedah Suasana...

Monster Susuk Dalam Ditembak 4 Kali Dikepala Dengan AK47, Saat Dibedah Suasana Lebaran Jadi Duka Mendalam

7486
0

SANGATTA,Suara Kutim.com (22/7)

Setelah dibedah pemangsa Armansyah (26) langsung diawetkan masyarakat. (Foto Ist)
Setelah dibedah pemangsa Armansyah (26) langsung diawetkan masyarakat. (Foto Ist)
Menaklukan pemangsa Armansyah (36) warga Pengadan Kecamatan Sandaran tidak mudah pasalnya pencari hanya menggunakan perahu biasa serta senjata tajam ukurah kecil, sementara sang Monster Sungai Susuk Dalam diperkirakan berukuran besar terlebih-lebih dilokasi penemuan jasad ayah dari 1 anak ini warga melihat buaya ukuran besar kerap menampakan diri.
Untuk memastikan Armansyah diterkam Buaya Muara (Crocodylus porosus ) terlebih saat jasad ditemukan, tangan dan kaki korban tidak ada. Warga meminta bantuan anggota TNI-Al, Polairud serta Polsek Sangkulirang guna melumpuhkan sang monster yang terusik dengan banyaknya orang hilir mudik.
Dengan senjata api laras panjang type AK-47, monster yang berukuran 4 meter lebih akhirnya berhasil dilumpuhkan. “Meski banyak masyarakat, buaya tetap saja menampakan diri. Ini menguatkan dugaan tim pencari jika yang menerkam Armasnyah tidak jauh dari lokasi penemuan jasad Armansyah,” terang Camat Sandaran Tahir Pekang, Rabu (22/7)
Tidak mau menimbulkan korban baru, anggota TNI-AL yang bertugas di Karangan langsung memuntahkan 4 peluru tajam tepat dibagian kepala. Keterangan yang didapat Suara Kutim.com dari beberapa saksi mata, saat ditembak monster sempat mengamuk sehingga membuat air sungai menjadi keruh.
Namun beberapa menit kemudian, salah satu penghuni Sungai Susuk Dalam ini tampak tidak bergerak. Meski yakin sudah tewas, masyarakat mengaku sempat was-was untuk mengangkat sang monster. “Untuk membawa buaya dari lokasi penemuan ke Susuk Dalam diperlukan tiga puluh orang,” jelas Tahir.
Setiba di Susuk Dalam, warga langsung membedah perut sang monster. Suasana lebaran yang sedang dinikmati langsung berubah mejadi duka mendalam. Keluarga dan teman Armansyah langsung menangis ketika dalam perut buaya ditemukan tangan dan kaki korban.
Seperti diwartakan, Armansyah (36) pada Senin (20/7) saat mencari kerang hilang, namun warga menduga ayah dari seorang istri ini telah diterkam buaya yang kerap berkeliaran di Sungai Susuk Dalam.
Dugaan ini ternyata benar, karena saat jasad Armansyah ditemukan pada badan korban ditemukan bekas gigitan buaya selain itu tangan dan kaki hilang. “Kondisinya memang mengenaskan, tampaknya korban diterkam pada kaki lebih awal kemudian dibawa tenggelam sehingga tewas setelah itu diplintir karenya kerusakan pada korban nampak nyata,” terang Tahir.
Sebagai camat, Tahir mengaku daerahnya rawan dengan aksi buaya muara. Ia mengingatkan warga masyarakat untuk waspada dengan kondis sungai terlebih saat musim kemarau dimana buaya kebanyakan mencari sumber makanan ke hulu sungai.(SK-02/SK-03/SK-10)