Beranda ekonomi Ngafifudin : Toko Modern Pelan-Pelan Matikan Usaha Toko Rumahan

Ngafifudin : Toko Modern Pelan-Pelan Matikan Usaha Toko Rumahan

45
0

SANGATTA (6/11-2018)
toko modern di sebuah daerah mampu memberikan warna tersendiri yang menjadi kesan akan kemajuan, namun disisi lain berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kehadiran toko modern, kata Ngafifudin – anggota DPRD Kutim, diduga kuat salah satu faktor matinya usaha ekonomi kerakyatan yang berbasis usaha rumahan dan pasar tradisional.
Politikus PDI Perjuangan ini menyebutkan dalam aturan, berdirinya toko modern di sebuah daerah diatur tegas baik terkait jarak antara satu toko modern dengan toko modern lainnya, serta keberadaannya yang hanya boleh berdiri di jalan-jalan protokol.
Aturan itu, kata Ngafifudi, di Kutim tidak dihiraukan, bahkan terkesan sengaja dilanggar sehingga bangunan toko modern di Kutim tidak lagi hanya berada di ruas-ruas jalur protokol, tetapi sudah berdiri di dalam kawasan pemukiman yang bukan termasuk jalur protokol. Selain itu, jarak antara satu toko modern dengan toko modern lainnya juga cukup berdekatan. “Parahnya masuk kecamatan suah seperti Bengalon,” terangnya.
Semrawutnya keberadaan toko modern ini membuktikan Pemkab Kutim tidak melakukan penataan dan pengawasan terhadap aktifitas dan berdirinya toko modern. Selain itu, daya pikat toko modern yang menyuguhkan pola belanja dengan melayani diri sendiri dan iming-iming potongan harga dan undian berhadiah, membuat masyarakat tertarik dan akibatnya meinggalkan atau berpaling dari aktifitas berbelanja pada usaha ritel tradisional seperti warung dan kios-kios keci milik masyarakat.
Dalam kacamatanya, aktifitas toko modern secara perlahan membuat usaha ekonomi rumahan gulung tikar atau bangkrut akibat ditinggalkan pelanggan bahkan bisa dikatakan toko modern membunuh usaha ekonomi masyarakat kecil.
Ngafifuddin menyarankan, Pemkab Kutim kembali melakukan tinjauan dan mengatur ulang regulasi terkait keberadaan toko modern di Kutim. “Sebelumnya Pemkab Kutim pernah berjanji untuk menghentikan atau menolak pengajuan izin operasional toko modern, namun hingga kini janji tersebut tidak ada realisasinya, dengan bukti mulai menjamurnya toko modern di Kutim hingga ke pelosok kecamatan,” bebernya.(ADV-DPRD KUTIM)